Calon Kades Talimau Nyaris Perkosa Gadis Cantik

Diposting oleh On Thursday, November 03, 2016 with No comments

LABUHA-Calon kepala desa Talimau kecamatan Kayoa, kabupaten Halmahera Selatan berinisial BS alias Basra, nyaris memperkosa seorang gadis cantik sebut saja Bunga (19) yang masih tercatat sebagai mahasiswa salah satu perguruan tinggi ternama di Ternate, Maluku Utara. Gadis yang nyaris diperkosa itu, adalah mantan siswa yang masih sekampung dengan BS. Dengan perbuatan itu, Bunga trauma dan putus kuliah.
Peristiwa ini terjadi pada 29 Juli 2016. Kala itu Bunga hendak mengurus KTP di Labuha. Kebetulan BS menjabat Sekretaris desa (Sekdes) berada di Bacan. Salah seorang kerabatnya lantas menelepon Sekdes cabul ini untuk menjemput Bunga di pelabuhan Babang guna membantunya mengurus KTP.
Permintaan kerabat menjemput Bunga, dalam benak BS mulai berpikir kotor. BS bangun pagi-pagi pergi ke Babang, Bunga rencana tinggal di rumah kerabat di Desa Hidayat, kecamatan Bacan. Tapi BS yang sudah dirasuki pikiran kotor, Bunga langsung dibawa ke Penginapa Lima Sudara Labuha. 
Bunga diminta tidak memberitahukan keluarganya tinggal di penginapan. Lagi pula Bunga menganggap BS sebagai kakeknya sendiri, sehingga Bunga tidak curiga permintaan BS ada maksud lain. BS mengantar Bunga mengurus KTP, malamnya pelaku mulai mencari-cari modus. Agar Bunga tidak curiga, BS mengajaknya malam sambil jalan-jalan menggunakan sepeda motor.
Setelah makan, BS mengajak Bunga jalan-jalan. Sampai di swering desa Tembal, pelaku meminta korban memeluknya dari belakang. Alasannya, malam hari jangan sampai terjatuh. Bunga sempat menolak, tapi BS memintanya dengan marah-marah. Lantaran takut, Bunga akhirnya memeluk BS dari belakang dan balik ke penginapan.
Sampai di penginapan, Bunga langsung masuk kamar. Eh, BS juga ikut masuk dan mengunci pintu kamar dari dalam. Merasa kunci ada digenggaman, BS langsung memeluk Bunga dari belakang dan meraba-raba dibagian terlarang serta mencium Bunga bagai dirasuki setan. “Saya meronta, tapi paitua polo kuat-kuat,” tutur Bunga, Rabu (2/11).
Tak hanya itu, BS mengajak Bunga berhubungan badan dengan diiming-imingi uang Rp. 1 juta namun Bunga tegas menolak. Merasa tidak ada jalan lagi, BS akhirnya keluar dari kamar. Esoknya, Bunga diantar pulang ke Ternate melalui pelabuhan Babang. BS meminta Bunga tak menceritakan peristiwa itu kepada orang lain. Kejadian ini membuat Bunga trauma dan memutuskan berhenti kuliah.  “Saya selalu dihantui kejadian itu dan trauma, satu bulan kemudian saya menceritakan kepada orang tua," tutur Bunga.
Orang tua Bunga lantas melaporkan ke Polsek Kayoa selama satu bulan, tak pernah ditindaklanjuti. Korban tak pernah dimintai keterangan. Merasa kasus ini terkatung-katung, akhirnya pihak keluarga memutuskan melaporkan ke Polres Halmahera Selatan. “Kami berharap kasus ini ditindaklanjuti Polres dan pelaku dapat dihukum sesuai perbuatannya,” pinta Aminah, ibu Bunga. Aminah menambahkan, melaporkan BS ke Polisi lantaran telah merusak masa depan anak mereka. Bunga trauma sampai dan ingin barenti kuliah.
Kasat Serse Polres Hlmahera Selatan, AKP Sahrul Haryadi laporan tersebut. “Nanti saya kroscek untuk ditindaklanjuti," janjinyqa. (one)
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »