Ternate Darurat Pencurian dan Perkosaan

Diposting oleh On Sunday, November 22, 2015

KOTA Ternate belakangan ini menjadi darurat tindak kriminal, terutama pencurian dan perkosaan. Kondisi ini membuat Pemerintah Kota Ternate gerah. Penjabat walikota, Idrus Assagaf menghimbau agar masyarakat mewaspadai maraknya aksi pencurian dan perkosaan yang belakangan ini marak di kota Ternate.
Masyarakat diminta lebih meningkatkan kewaspadaan, terutama menjaga anak-anak yang sering menjadi sasaran perkosaan. Begitu pula barang-barang berharga seperti mobil dan sepeda motor tak luput menjadi target pencurian lantaran minimnya penjagaan. Menurut Idrus, saat ini masyarakat membutuhkan rasa aman dan tenang.
Diakuinya, Pemkot setiap pertemuan Farum Kamunikasi Pimpinan Daerah (Forkompida) membahas keamanan menjelang Pilkada serentak, tak luput dari pembahasan kasus tindak pidana pencurian dan perkosaan. “Setiap kali pertemuan, Forkompida, baik Kapolres, Dandim membicarakan banyak hal. “Kaolres dan Dandim merespon terjadinya kasus pencurian sepeda motor,” ungkapnya.

Selaku pemerintah daerah katanya, Pemkot melakukan koordinasi intens dengan pihak Kepolisian Polres Ternate. meski begitu, Idrus menghimbau kepada masyarakat untuk mengefektifkan keamanan lingkungan (Kamtibmas) melalui pos kamling. “Ini lebih efektif demi keamanan diri sendiri, keluarga dan masyarakat sekitar. Kita berikhtiar dan selalu mengawasi anak-anak kita, itu yang penting,” urainya.
Dikatakan, guru diharapkan senantiasa mengawasi siswanya pada jam sekolah mengantisipasi terjadinya aksi perkosaan. Begitu pula pemilik kendaraan roda dua dan empat. “Tak boleh lalai, saat memarkir kendaraan harus memastikan stang motor dan pintu mobil terkunci, guna mempersimpit ruang gerak aksi pencurian. Intinya, semua terpulang kepada diri masing-masing untuk mengamankan barang-barang kita,” pintanya.
Sementara staf pengajar Fakultas Hukum Unkhair Ternate, Abdul Kadir Bubu meminta agar Polisi menjadi teladan keamanan masyarakat. Mengingat belakangan ini banyak terjadi berbagai motif kejahatan di kota Ternate. Abdul Kadir menyebut, tindak pencurian, perampokan, perkosaan dan bentuk kriminal lain sebagian dilakukan oknum polisi karena tidak ada sistem pengawasan secara efektif.
Proses keamanan yang dilakukan kepolisian dianggap efektif apabila tindak kejahatan menurun. Faktanya, selama ini kasus kejahatan terus meningkat dari hari ke hari. Ia menyebut, sistem pengamanan kepolsian saat ini tidak efektif. “Pencurian, pemerkosaan, narkoba, miras dan tawuran karena pengamanan yang tidak efektif,” katanya.
Dikatakan, polisi memiliki segalanya dalam menjalankan tugas sebagai penegak hukum maupun keamanan. Memiliki intelijen untuk mendeksi berbagai kejadian. Polisi juga memiliki peralatan dan sarana yang lebih canggih. “Tapi kok kejahatan semakin merajalela dimana-mana, lalu Polisi dimana. Ini bisa dikatakan, polisi gagal menjalan tugas,” ujarnya. (aky/can)
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »