KOTA Ternate belakangan ini menjadi darurat
tindak kriminal, terutama pencurian dan perkosaan. Kondisi ini membuat
Pemerintah Kota Ternate gerah. Penjabat walikota, Idrus Assagaf menghimbau agar
masyarakat mewaspadai maraknya aksi pencurian dan perkosaan yang belakangan ini
marak di kota Ternate.
Masyarakat
diminta lebih meningkatkan kewaspadaan, terutama menjaga anak-anak yang sering
menjadi sasaran perkosaan. Begitu pula barang-barang berharga seperti mobil dan
sepeda motor tak luput menjadi target pencurian lantaran minimnya penjagaan. Menurut
Idrus, saat ini masyarakat membutuhkan rasa aman dan tenang.
Diakuinya,
Pemkot setiap pertemuan Farum Kamunikasi Pimpinan Daerah (Forkompida) membahas
keamanan menjelang Pilkada serentak, tak luput dari pembahasan kasus tindak
pidana pencurian dan perkosaan. “Setiap kali pertemuan, Forkompida, baik
Kapolres, Dandim membicarakan banyak hal. “Kaolres dan Dandim merespon
terjadinya kasus pencurian sepeda motor,” ungkapnya.
Selaku
pemerintah daerah katanya, Pemkot melakukan koordinasi intens dengan pihak
Kepolisian Polres Ternate. meski begitu, Idrus menghimbau kepada masyarakat untuk
mengefektifkan keamanan lingkungan (Kamtibmas) melalui pos kamling. “Ini lebih
efektif demi keamanan diri sendiri, keluarga dan masyarakat sekitar. Kita
berikhtiar dan selalu mengawasi anak-anak kita, itu yang penting,” urainya.
Dikatakan,
guru diharapkan senantiasa mengawasi siswanya pada jam sekolah mengantisipasi
terjadinya aksi perkosaan. Begitu pula pemilik kendaraan roda dua dan empat.
“Tak boleh lalai, saat memarkir kendaraan harus memastikan stang motor dan
pintu mobil terkunci, guna mempersimpit ruang gerak aksi pencurian. Intinya,
semua terpulang kepada diri masing-masing untuk mengamankan barang-barang
kita,” pintanya.
Sementara
staf pengajar Fakultas Hukum Unkhair Ternate, Abdul Kadir Bubu meminta agar
Polisi menjadi teladan keamanan masyarakat. Mengingat belakangan ini banyak
terjadi berbagai motif kejahatan di kota Ternate. Abdul Kadir menyebut, tindak
pencurian, perampokan, perkosaan dan bentuk kriminal lain sebagian dilakukan
oknum polisi karena tidak ada sistem pengawasan secara efektif.
Proses
keamanan yang dilakukan kepolisian dianggap efektif apabila tindak kejahatan
menurun. Faktanya, selama ini kasus kejahatan terus meningkat dari hari ke
hari. Ia menyebut, sistem pengamanan kepolsian saat ini tidak efektif.
“Pencurian, pemerkosaan, narkoba, miras dan tawuran karena pengamanan yang
tidak efektif,” katanya.
Dikatakan, polisi
memiliki segalanya dalam menjalankan tugas sebagai penegak hukum maupun
keamanan. Memiliki intelijen untuk mendeksi berbagai kejadian. Polisi juga
memiliki peralatan dan sarana yang lebih canggih. “Tapi kok kejahatan semakin
merajalela dimana-mana, lalu Polisi dimana. Ini bisa dikatakan, polisi gagal
menjalan tugas,” ujarnya. (aky/can)