Akademi
Maritim Indonesia (AMI Ternate, Maluku Utara akhirnya mendapat Rekomendasi
Kopertis Wilayah XII Maluku dan Maluku Utara. Rekomendasi nomor
1403/K12/KL/2015, tanggal 02 November 2015 itu ditanda tangani oleh koordinator
Kopertis, DR. Zainuddin Notanubun, M.Pd.
Remondasi
yang diterima langsung Ketua Yayasan Titian-Tini Maluku Utara, Edy Wahab itu
menyebutkan, Koordinator Kopertis Wilayah XII memberikan rekomendasi mendukung
pendirian Akademi Maritim Indonesia (AMI) Ternate sebagai satu-satunya
perguruan tinggi maritim yang diselenggarakan yayasan pendidikan Titian-Tini
Maluku Utara.
“Dengan
keluarnya rekomendasi ini kata Edy, maka Kopertis tidak mengakui ada perguruan
tinggi maritim lain di provinsi Maluku Utara, karena satu satu provinsi hanya
ada satu akademi maritim,” ungkap Edy kepada wartawan di kampus AMI Ternate,
lingkungan Fitu Puncak, Ternate Selatan, Sabtu (14/11) akhir pekan lalu.
Keluarnya
rekomendasi tersebut, maka yayasan menggelar rapat bersama civitas akademika
AMI Ternate mengagendakan pelantikan taruna dan taruni tahun akademi 2015/2016
yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat. Pelantikan ini kata Edy akan dihadiri
orang tua taruna dan taruni. “AMI Ternate telah mendapatkan legalitas formal
dari Kopertis wilayah XII sebagai satu-satunya perguruan tinggi maritim di
Maluku Utara, tidak ada lagi perguruan tinggi maritim di luar AMI, sekarang
taruna dan taruni fokus belajar dan mengikuti kuliah,” ujar dihadapan taruna
dan taruni.
Menurutnya, pelantikan taruna dan taruni merupakan
titik awal dalam menapaki karir dan masa depan yang cerah, karena memiliki
nilai strategis bagi kesejahteraan individu dan perluasan kemajuan industri
pelayaran yang selalu membutuhkan taruna-taruni yang terampil dan terdidik. Ia berharap, para taruna baru dalam proses perkuliahan
mengedepankan kedisiplinan yang tinggi dalam mentaati dan mengikuti semua
aturan yang berlaku, seperti kebersamaan yang penuh dengan tata krama dan
peraturan akademik yang berlaku, begitu pula dengan pengaturan waktu.
Sebab taruna AMI di didik untuk terus berkarya dalam
membangun bangsa dan negara dalam dunia transportasi pelayaran. “Terlebih
Provinsi Maluku Utara, lewat keahlian dan ketrampilan yang akan diperoleh
selama menjadi taruna dan taruni AMI Ternate, akan menjadi modal dasar untuk
terus di kembangkan dan dimantapkan guna mengantisipasi tantangan dan peluang
ke depan.
Edy menjelaskan, Maluku Utara merupakan provinsi
kepulauan. Hampir semua kabupaten dan kota memiliki pelabuhan yang dilayari
pelayaran nasional (Pelni), swasta maupun ASDP (Ferry). Hal ini merupakan
peluang bagi lulusan AMI Ternate. Karena itu, para taruna dan taruni diharapkan
tekun dan bersungguh-sungguh mengikuti perkuliahan untuk meningkatkan keahlian
dan keterampilan sebagai modal menapaki peluang lapangan kerja.
AMI Ternate sebagai satu-satunya akademi maritim di
provinsi Maluku Utara saat ini membuka tiga jurusan yakni Kepalabuhanan dan
Pelayaran Niaga (KPN), Nautika dan Teknika. “Kalau sebelumnya, yang berminat
masuk AMI harus ke Makassar, Bitung, Surabaya dan Jakarta. Sekarang sudah ada
AMI Ternate, kampusnya di lingkungan Fitu Puncak, kelurahan Fitu, Kota Ternate
Selatan dan telah mendapat legalitas,” tandasnya. (aky)