Mobil Mewah Pimpinan Dewan

Diposting oleh On Saturday, October 31, 2015 with No comments

Jabatan kepala dinas pendidikan yang dijabat Muhdar Din memang dimanfaatkan betul. Saat ini Muhdar Din telah mendirikan sekolah tingkat TK, SD, dan SMK dibawah yayasan Nukila. Sebagai warga negara dan PNS, tak ada larangan mendirikan yayasan pendidikan, namun kapasitasnya sebagai kepala dinas patut dicurigai memanfaatkan jabatan untuk kepentingan sekolahnya, ketimbang sekolah lain.
Yayasan pendidikan Nukila berdiri sejak tiga tahun lalu, berhasil mendirikan TK, SD dan SMK Nukila. SMK Nukila sendiri memiliki program keahlian keperawatan dan farmasi. Semua sekolah berada di Akebooca, Soa Ternate Utara.

Hasil penelusuran Seputar Malut, gedung SD dan SMK berada dalam satu lokasi, meski gedungnya berbeda. Dilingkungan SD Nukila saat ini sedang dibangun bangunan baru yang kabarnya bersumber dari anggaran negara, namun tak memiliki memiliki papan proyek. Padahal pekerjaan sementara berjalab.
Seorang guru setempat membenarkan bahwa yayasan pendidikan Nukila adalah milik Muhdar Din yang tak lain Kadis pendidikan kota Ternate. “Iya betul ini yayasan pak kadis (Muhdar Din), tapi kita tidak bisa berkomentar banyak,” ujar guru SMK yang enggan menyebutkan namanya itu.
Kehadiran SD di sekitar Soa, mengancam SD Kampung Makassar dan Ngidi. Tiap tahun dua sekolah itu paling banyak mendapat 6 siswa. Padahal, keberadaan sebuah sekolah tak boleh mengancam apalagi mematikan sekolah lain. “Sejak berdiri SD Nukila, sekolah kita kekurangan siswa baru,” ujar beberapa guru.
Kebijakan Muhdar Din ini mengundang kritik beberapa yayasan dan LSM. Sekretaris Yayasan Yustisia, Yanto Yunus mengatakan, memang dalam UU ASN dan yayasan tak melarang PNS mendirikan yayasan. Hanya saja dalam prakteknya, Muhdar sebagai pengambik keputusan memungkinkan ada kebijakan untuk kepentingan sekolahnya karena yang bersangkutan punya kapasitas sebagai pemilik yayasan.
Apalagi yayasan yang dimiliki Muhdar Din bergerak dibidang pendidikan. Menurut Yanto, jika Muhdar ingin mendorong pendidikan di kota Ternate, kenapa tak mendorong yayasan lain yang sudah ada dan tidak perlu membuka yayasan lain yang kemudian mempengaruhi kelangsungan sekolah lain. Minimal membuka sekolah di wilayah-wilayah yang belum memiliki sekolah, bukan malah mendiri sekolah di lingkungan sekolah lain.
Yanto menilai, langkah Muhdar Din yang nota bene Kadis Pendidikan Kota Ternate juga bagian dari memanfaatkan jabatan. Banyak anggaran dari daerah maupun pusat yang dikhususkan sekolah-sekolah yayasan atau sekolah swasta bisa jadi dikop Muhdar untuk kepentingan yayasannya.
Yanto berjanji lembaganya akan melakukan investigasi terkait anggaran pendidikan yang bersumber dari APBD dan APBN untuk dikoordinasikan dengan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk memeriksa kepala dinas pendidikan terkait alokasi anggaran kepada sekolah-sekolah dibawah yayasan Nukila. “Ini tak boleh dianggap sepele, pengalaman menunjukkan yayasan Soeharto saja saat ini ditelusuri,” tandasnya. (can)
Next
« Prev Post
Previous
This is the oldest page