Dua
penjahat special perampok nasabah bank yang telah lama menjadi target operasi
unit Jatanras Reserse Kriminal Polres Ternate, akhirnya berhasil dibekuk.
Pelaku yang kerap menjadikan sasaran para nasabah bank usai bertranisaksi itu,
terpaksa dilumpuhan dengan tima panas karena mencoba melawan saat ditangkap.
Kedua
pelaku tersebut berinisial YP dan HR, yang diketahui warga asal Palembang,
Sumetera Selatan, ditangkap saat kepergok melakukan aksi pencurian di areal
Terminal Gamalama,
Kecamatan Ternate Tengah, Senin (16/11) sekitar pukul 14.15 WIT.
“Keduanya
memang sudah menjadi target operasi Polres Ternate sejak lama, untuk mengungkap
jaringan sindikt sperial pembobolan bank dan nasabahnya yang tersusun rapi.
Mereka dibekuk saat tengah bereaksi membongkar bagasi kendaraan roda dua di areala
Terminal Gamalama tak jauh
dari bank BNI cabang Ternate,” kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres
Ternate Ajun Komisaris Polisi Sjamssudin Lossen kepada wartawan di IGD RUSU
Chasan Boesorie, Senin (16/11).
Lossen
menambahkan, modus kejahatan yang dilakukan pelaku pembobolan dan pencurian
dari nasabah bank, melalui pengintaian dan pelacakan maupun pembuntuan sasaran
yang baru keluar menarik uang dari bank.
“Terakhir
bereaski di terminal Gamalama mereka melakukan pembobolan kepada nasabah yang
baru mengambil uang dari bank BNI. Jaringan tersebut sangat rapi karena ada
yang sudah menunggu di bank kemudian memberitahukan rekannya agar membuntui dan
dirampok,” jelasnya.
Ia
menegaskan, pelaku terpaksa ditembak karena mencoba melawan saat ditangkap.
Pelaku HR dan Yp menyerang petugas menggunakan kunci T. Pelaku YP mengalami luka tembak di
lengan kiri. Sementara pelaku HR mengalami dua luka tembak dibagian perut
sebelah kanan dan kaki kanan tepatnya di lutut. Setelah berhasil dilumpuhkan,
pelaku langsung diamankan dan menjalani perawatan medis di IGD RSUD Chasan
Boesoerie Ternate. Sebab pelaku HR dalam kondisi kritis.
Dari tangan pelaku,
polisi mendapatkan barang bukti hasil kerja berupa uang sebesar Rp 5 juta,
termasuk alat kejahatan yang dipakai saat bereaski berupa kunci T dan sejumlah
perlatatan lainnya. Diketahui, hingga pukul 19.00 WIT malam tadi, kedua pelaku
masih mendapat perawatan medis di IGD RSUD Chasan Boesoerie akibat luka
tembakan dan banyak mengeluarkan darah. (zs)