Bersahabat namun hati seseorang siapa tahu. Pepatah ini mungkin layaknya
dialamatkan kepada SM alias Meng (23 tahun) dan RL alias Aga (22 tahun). SM
yang tercatat sebagai salah satu mahasiswa
Universitas Muhammadiyah Maluku Utara ini kepergok mencuri laptop milik RL yang tak lain adalah
sahabatnya sendiri. Kejadian ini bermula pada Senin (26/10), tepatnya di salah
satu kos-kosan Kelurahan Sasa Kecamatan Ternate Selatan. RL yang tak menerima
perlakuan sahabatnya itu, kemudian melaopor ke Mapolsek Ternate Selatan.
Kanit Intelkam
Polsek Ternate Selatan, Aiptu Buhari Noh saat di konfirmasi di ruang kerjanya,
Minggu (1/11) membenarkan laporan tersebut. Dia mengisahkan, sebagaimana
pengakuan RL, tepatnya pada saat itu, SM (pelaku) tidur bersama dengan (RL)
korban, namun pada pukul 05.00 WIT, pelaku pamit pulang, dan korban menyuruhnya mengunci pintu kamar dari luar.
Tidak berselang
lama, korban mendatangi kos-kosan milik pelaku yang tak jauh dari tempat korban
untuk menanyakan laptopnya yang hilang. Pelaku tak mengakui. bahwa dirinya mencuri
leptop merek Acer milik korban. Korban yang mencurigai, langsung mendatangai Mapolsek
Ternate Selatan untuk melaporkan kejadian tersebut.
Mendapat laporan
itu, anggota piket Polsek langsung menjemput pelaku dan menggiringnya ke
Mapolsek untuk dimintai keterangan. Pelaku saat diamankan dan di introgasi
akhirnya mengakui telah menjual laptop merek Acer ke salah satu temannya
bernama Alex. “Setelah pelaku kita interogasi, akhirnya dia mengaku kalau dia
sudah menjual leptop merek Acer yang ada di kamarnya sendiri. Tapi setelah kami
mencari barang bukti tersebut ternyata tidak ditemukan. Dia (pelaku) hanya
membohongi kami. Makanya kami langsung amankan di sel tahanan Mapolsek Ternate,“
jelas Kanit Intelkam Polsek Ternate Selatan ini.
Meski telah
mendekam di ruang tahanan titipan, pelaku masih bersi keras bahwa dirinya tak
mengambil laptop milik temannya itu. “Saya tidak tahu kalau dia (korban) punya
laptop hilang, Saat saya keluar dari dia punya kos-kosan saya meresa tidak
mengambil,” ungkap SM dengan ekspresi wajah sedih. Hingga berita ini
diterbitkan, dugaan pencurian ini masih ditangani pihak Mapolsek Ternate
Selatan. Sebab, korban (RL) berkeyakinan bahwa lepotop miliknya telah diambil
dan dijual sebagaimana pengakuan pelaku. (zas)