WEDA-Bupati
Halmahera Tengah, Al Yasin Ali membuat program Halteng Terang, kini perlahan
mulai menunjukkan hasil. Menyusul beroperasinya sebuah mesin diesel
berkapasitas 1 Mega Watt subsidi Pemda guna mengatasi krisis listrik selama
ini.
Menurut bupati, dengan beroperasinya
mesin subsidi pemerintah daerah, maka krisis listrik di Kota Weda dan
sekitarnya akan teratasi dan semakin membaik. "Saat ini masyarakat kota
Weda sudah dapat menikmati pelayanan listrik yang normal. Bahkan di Kecamatan
Weda Utara jaringan listrik sudah sampai, sekarang tinggal Kecamatan Weda
Timur yang direncanakan Tahun 2017. Kami akan sharing anggaran dengan PLN ,"
jelas Bupati diruang kerjanya, Senin (21/11).
Dikatakan, selain pengadaan mesin
berkapasitas 1 mega untuk kecamatan Weda dan sekitarnya, Pemda juga akan mengadakan
1 unit mesin berkapasitas 500 Kwh untuk kebutuhan listrik di kecamatan Patani,
Patani Timur dan Patani Barat yang kini sudah terpasang jaringan.
Sementara untuk mengatasi krisis listrik
di kecamatan Pulau Gebe kata Bupati, pihaknya akan bekerjasama dengan PT Antam
maka Pemda dan masih menunggu penyelesaian, sebab CSR yang tersisa kurang lebih
Rp.8 miliar seluruhnya akan dialokasikan untuk perluasan jaringan listrik di
Pulau Gebe. “Ini menjadi tanggung jawab PT Antam,” kata bupati dua periode ini.
Dijelaskan, sebenarnya CSR sudah selesai
tapi karena asetnya belum diserahkan ke PLN maka Pemda hanya bisa membantu
dengan subsidi. Jika sudah selesai baru akan dilakukan penyerahan aset, setelah
itu baru dilakukan kerjasama antara PT Antam dengan PLN Wilayah Maluku dan
Maluku Utara. “Yang pasti sebelum akhir masa jabatan saya, Insya Allah
persoalan Halteng terang terus," janjinya.
Sementara Kepala PLN Weda Risdam
mengaku, selain dua unit mesin dari pemda Halteng, pihaknya juga telah
mendatangkan dua unit mesin kapasitas masing 500 KVA. "Jadi ada empat mesin
baru yang akan beroperasi sehingga keluhan masyarakt sudah bisa teratasi,"
kata Risdam. Ia menambahkan, dua unit
mesin dari pemda Halteng telah dioperasikan sementara dua unit mesin dari PLN
dalam waktu akan dioperasikan sambil menunggu bangunan baru PLN yang kini dikerjakan.
(hrn)
