JAKARTA-Konektivitas
antar pulau di Indonesia yang kurang memadai menimbulkan permasalahan yang
menghambat perekonomian setiap daerah. Hal ini yang terjadi antara Jawa Timur
(Jatim) dan Ternate yang kesulitan memasok bahan pangan, termasuk komoditas
bawang merah.
Gubernur Jawa Timur (Jatim), Soekarwo
atau yang akrab disapa Pakde Karwo mengungkapkan, pengiriman bawang merah dari Jatim ke
Ternate mencapai Rp 35 miliar setiap tahun. Potensinya sangat besar, namun
untuk kapal kembali dari Ternate ke Jatim hanya 20 persen barang yang ke Jawa
Timur. "Kami punya solusi karena bawang merah dari Jatim ke Ternate Rp 35
miliar setahun lho," ujar Pakde Karwo saat hadir di acara Forum
Konsolidasi Industri Kemaritiman Nasional di Jakarta, Rabu (9/11).
Untuk itu, Pakde Karwo langsung meminta
tanah untuk dibuka sebagai lahan pertanian kepada gubernur dan Walikota Ternate.
Gayung bersambut, permintaan itu dipenuhi karena tanah di Ternate sangat luas. "Jadi
tanah di Ternate untuk menanam bawang merah. Yang
mengerjakan atau menanam orang-orang Probolinggo dengan gaji Rp 6 juta per
bulan. Gajinya jauh lebih tinggi daripada di Hong Kong karena ada
keterampilan," jelasnya.
Pemprov Jatim, diakuinya, membentuk
Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Mini. Ada 19 keterampilan yang diajarkan sesuai
kebutuhan pasar. Pemprov Jatim pun bekerjasama dengan daerah lain dan
institusi. "Ada 31 kelas, selama enam bulan dilatih on farm dan out
farm. Jadi di industri primer dan on farm agro. Bisa nanam pisang,
bisa juga buat keripik pisang sehingga ada nilai tambah," Pakde Karwo
menuturkan. (lp6)
