WEDA-Kapolda Maluku
Utara, Brigjen Polisi Tugas Dwi Apriyanto menegaskan, kasus pengrusakan
fasilitas PT. Fajar Bhakti Lintas Nusantara (FBLN) saat unjuk rasa masyarakat 8
desa akan diusut. Sebab FBLN merupakan negara yang memberikan kontribusi
terhadap negara dan daerah.
Menurut Kapolda, pihaknya akan melihat
sejauh mana kerusakan dan kerugian yang dialami perusahaan, mencari bukti-bukti
dan mengumpulkan saksi-saksi sebagai serta fakta lapangan. “Kami akan berusaha
segara mengungkap masalah ini,” ujar Kapolda saat mengunjungi PT. FBLN pasca
unjuk rasa, Kamis (10/11).
Kapolda menegaskan akan mengusut tuntas
dan mempercepat penanganan kasus ini sehingga dapat mengungkap siapa dalang
dibalik aksi unjuk rasa yang melibatkan masyarakat 8 desa yang berjumlah
sekitar 2 ribu orang itu. Tugas Dwi juga memerintahkan jajarannya segera
menangkap aktor dan oknum provokator dibalik unjuk rasa yang berakhir anarkis. "Masalah
pengerusakan ini langsung ditangani Polda, saya sudah dilakukan olah
tempat kejadian perkara," katanya.
Sementara Deputi Operasional Majid Husen
dihadapan Kapolda mengatakan, tindakan anarkis warga membuat seluruh aktivitas
perusahaan lumpuh total. Majid meminta aparat Kepolisian secepatnya menuntaskan
kasu ini, karena dampak ekonomi perusahaan terhadap pemerintah daerah cukup besar.
Massa gabungan delapan desa yang
mengatasnamakan Aliansi Pemuda dan Masyarakat Pulau Gebe itu, lantaran kecewa
dengan pihak perusahaan yang berjanji akan membantu penerangan listrik tak
ditepati. Massa juga merusak kantor PT. FBLN, termasuk 5 unit truk antar jemput
karyawan, 4 unit kendaraan Ford Ranger (kacah pecah), 1 unit kendaraan Hiluxd,
Mess FBLN.
Sedangkan dari warga yang menjadi korban
lemparan kelompok massa sendiri yakni Andi (32), warga desa Kacepi, Farid Kabir
(26) desa Sanafi Maming, Nurnia (27) warga desa Kacepi dan Ansar (30)
dari desa Kapaleo. Tak hanya itu, massa memboikot seluruh aktivitas perusahaan
mulai jam 11:00 hingga pukul 15:00 WIT.
Aksi ini dikoordinir koordinator
lapangan Malik Sumpap dan Salim Rabbo, ketua pemuda desa Sanafi Mamim.
Sedangkan oratornya Abdul Rakib Rabo, Ketua PGRI Pulau Gebe, Ahdan Djalil, ketua
SPSI kecamatan Gebe, Khusnul, mahasiswa.
Sejak Kamis (10/11), puluhan aparat Kepolisian
bersenjata lengakap berjaga-jaga depan portal. Hal itu dilakukan menyusul
informasi akan terjadi aksi susulan. Namun hingga pukul 16:46 WIT tak ada
tanda-tanda akan terjadi aksi susulan. Sementara masyarakat Pulau Gebe beraktifitas
seperti biasa.
Kunjungan
Kapolda ke Pulau Gebe didampingi
Waka Polda Kombes Polisi Jonipol Latuperissa, Kombes Pol Dwi Suseno,
Dir Pam Obvit, Dir Reskrimus Kombes Pol Dian Harianto, Dandim
1505/Tidore Letkol Inf Harrisal Ismail Subing, Binda Malut Mayor
Abdullah
Awedi.
Kapolda dan rombongan meninjau kondisi
PT. Fajar Bhakti Lintas Nusantara Site Gebe pasca unjuk rasa yang
dilakukan gabungan delapan desa di Kecamatan Pulau Gebe yang mengatas namakan
Aliansi Pemuda dan Masyarakat Pulau Gebe dan dan Serikat Kerja PT FBLN. (hrn)
