Pengrusakan Fasilitas FBLN Gebe Tetap Diusut

Diposting oleh On Friday, November 11, 2016 with No comments

WEDA-Kapolda Maluku Utara, Brigjen Polisi Tugas Dwi Apriyanto menegaskan, kasus pengrusakan fasilitas PT. Fajar Bhakti Lintas Nusantara (FBLN) saat unjuk rasa masyarakat 8 desa akan diusut. Sebab FBLN merupakan negara yang memberikan kontribusi terhadap negara dan daerah.
Menurut Kapolda, pihaknya akan melihat sejauh mana kerusakan dan kerugian yang dialami perusahaan, mencari bukti-bukti dan mengumpulkan saksi-saksi sebagai serta fakta lapangan. “Kami akan berusaha segara mengungkap masalah ini,” ujar Kapolda saat mengunjungi PT. FBLN pasca unjuk rasa, Kamis (10/11).
Kapolda menegaskan akan mengusut tuntas dan mempercepat penanganan kasus ini sehingga dapat mengungkap siapa dalang dibalik aksi unjuk rasa yang melibatkan masyarakat 8 desa yang berjumlah sekitar 2 ribu orang itu. Tugas Dwi juga memerintahkan jajarannya segera menangkap aktor dan oknum provokator dibalik unjuk rasa yang berakhir anarkis. "Masalah pengerusakan ini langsung ditangani Polda,  saya sudah dilakukan olah tempat kejadian perkara," katanya.
Sementara Deputi Operasional Majid Husen dihadapan Kapolda mengatakan, tindakan anarkis warga membuat seluruh aktivitas perusahaan lumpuh total. Majid meminta aparat Kepolisian secepatnya menuntaskan kasu ini, karena dampak ekonomi perusahaan terhadap pemerintah daerah cukup besar.
Massa gabungan delapan desa yang mengatasnamakan Aliansi Pemuda dan Masyarakat Pulau Gebe itu, lantaran kecewa dengan pihak perusahaan yang berjanji akan membantu penerangan listrik tak ditepati. Massa juga merusak kantor PT. FBLN, termasuk 5 unit truk antar jemput karyawan, 4 unit kendaraan Ford Ranger (kacah pecah), 1 unit kendaraan Hiluxd, Mess FBLN.
Sedangkan dari warga yang menjadi korban lemparan kelompok massa sendiri yakni Andi (32), warga desa Kacepi, Farid Kabir (26) desa Sanafi Maming, Nurnia (27)  warga desa Kacepi dan Ansar (30) dari desa Kapaleo. Tak hanya itu, massa memboikot seluruh aktivitas perusahaan mulai jam 11:00 hingga pukul 15:00 WIT.
Aksi ini dikoordinir koordinator lapangan Malik Sumpap dan Salim Rabbo, ketua pemuda desa Sanafi Mamim. Sedangkan oratornya Abdul Rakib Rabo, Ketua PGRI Pulau Gebe, Ahdan Djalil, ketua SPSI kecamatan Gebe, Khusnul, mahasiswa.
Sejak Kamis (10/11), puluhan aparat Kepolisian bersenjata lengakap berjaga-jaga depan portal.  Hal itu dilakukan menyusul informasi akan terjadi aksi susulan. Namun hingga pukul 16:46 WIT tak ada tanda-tanda akan terjadi aksi susulan. Sementara masyarakat Pulau Gebe beraktifitas seperti biasa.
Kunjungan Kapolda ke Pulau Gebe didampingi Waka Polda Kombes Polisi Jonipol Latuperissa, Kombes Pol Dwi Suseno,  Dir Pam Obvit,  Dir Reskrimus Kombes Pol Dian Harianto, Dandim 1505/Tidore Letkol Inf Harrisal Ismail Subing, Binda Malut Mayor Abdullah Awedi.
Kapolda dan rombongan meninjau kondisi PT. Fajar Bhakti Lintas Nusantara Site Gebe pasca  unjuk rasa yang dilakukan gabungan delapan desa di Kecamatan Pulau Gebe yang mengatas namakan Aliansi Pemuda dan Masyarakat Pulau Gebe dan dan Serikat Kerja PT FBLN. (hrn)
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »