![]() |
| ilustrasi |
Menurutnya, perekrutmen tenaga Honor Daerah merupakan
usulan dari dari satuan kerja perangkat daerah (SKPD). "Saya tidak setuju
seorang wakil Bupati punya statemen seperti itu," sesalnya saat
dikonfirmasi Rabu (16/11). Ia mengaku, dalam
rekriutmen tenaga Honda tidak berkaitan dengan Pilkada. "Kalau ada yang
bilang rekruitmen tenaga Honda ada kaitan dengan kepentingan politik itu tidak
benar, karena apa yang kita buat mengikuti mekanisme," ujarnya.
Dikatakannya, tenaga honorer daerah saat
ini yang direkrut yakni tenaga guru sebanyak 495 orang, tenaga
kesehatan dan teknis lainnya sebanyak 400 orang lebih. "SK Honda saat ini
lagi kita perbanyak," katanya.
Diketahui, sebelumnya Wakil Bupati Halmahera
Tengah Soksi Hi.Ahmad meminta rekruitmen tenaga Honda sesuai dengan mekanisme
dan aturan yang berlaku, dimana kepada pihak-pihak yang melakukan rekrutmen
harus profesioanl dan honorer yang direkrut adalah orang yang benar-benar yang sebelumnya
telah mengabdi. “Jangan karena ada momentum pilkada saat ini lalu perekrutmen
tenaga honor daerah sesuka hati,” tegas wakil bupati.
Menurut Soksi, informasi yang diterima
dilapangan menyebutkan rekruitmen tenaga honor daerah hanya diambil orang-orang
tertentu untuk kepentingan pilkada. "Kita harus bersikap netral, kegiatan
dan kepentingan yang dilakukan pemerintah daerah demi masyarakat Halmahera Tengah,"
pintanya.
Orang nomor dua di Halmahera Tenga ini
mengaku, selain honor ia berharap kegiatan atau program-program lain yang
dilaksanakan harus sesuai dengan peruntukan, jangan mencampur adukkan dengan
kepentingan lain. (hrn)
