Inilah Data Pungli di Pasar Basanohi

Diposting oleh On Tuesday, November 22, 2016 with No comments

SANANA-Pungli alias pungutan liar disinyalir menggurita di pasar Basanohi Sanana, kabupaten Kepulauan Sula. Ada dugaan, pungli dilakukan secara terkoordinir dan sistematis oleh kantor pengelola pasar. Berdasarkan jumlah petak bangunan pasar lama yang terbakar ditambah bangunan baru sebanyak 48 petak, petak rombengan 26, petak di atas timbunan swering 31 ditambah data sewa tanah di lokasi pasar berjumlah 45 orang. totalnya 150 petak.
Harga sewa per petak bervariasi tergantung ukuran mulai dari R.50 ribu, Rp. 100 ribu, Rp. 150 ribu, Rp. 200 ribu, Rp. 300 ribu dan Rp. 400 ribu. Sementara harga sewa per tahun mulai Rp. 600 ribu, Rp. 700 ribu, Rp.900 ribu, Rp. 1 juta, Rp. 2 juta, Rp. 3 juta dan Rp. 4 juta.
Sedangkan petak yang dibangun di atas timbunan perbula antara Rp. 60 ribu hingga Rp. 100 ribu, dan per tahun  antara Rp. 700 ribu hingga Rp. 1 juta. Petak rombengan per bulan mulai Rp. 40 ribu, Rp. 60 ribu, Rp. 80 ribu, Rp. 90 ribu dan Rp. 100 ribu. Sementara per tahun antara Rp. 720 ribu, Rp. 480 ribu, Rp. 960 ribu hingga Rp. 1 juta.
Secara matematis, pembayaran petak per bulan Rp. 60 ribu dikalikan 150 petak, maka per bulan, pemasukan kas daerah sebesar Rp. 9 juta. jumlah ini dikalikan dalam satu tahun atau 12 bulan berjumlah Rp. 108 juta. Sementara pembayaran tahunan dirata-ratakan Rp. 1 juta per tahun dikalikan 150 petak berjumlah Rp. 150 juta.
Dengan demikian, pendapatan bulanan ditambah tahunan pasar Basanohi Sanana setiap tahun totalnya paling kecil 258 juta yang masuk kas daerah. Ini belum termasuk retribusi harian. Namun faktanya, hasil pendapatan melalui sewa tempat dan retribusi pasar minim masuk ke kas daerah, akibat diselingi dengan pungli. Jika pengelolaan pemasukan pasar ini dikontrol dengan baik, pemasukan kas daerah melalui sewa tempat dan retribusi pasar Basanohi mencapai miliaran setiap tahun.
Tak ada niat baik dan tak diikuti kontrol dengan baik menyebabkan, PAD dari pasar terbuang sia-sia dan masuk ke kantong petugas pasar. Bahkan, petak yang dibangun melalui sewa tanah dijadikan pendapatan asli oknum petugas pasar.
Pengurus Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Sanana, Falmin mengaku pihaknya telah mengantongi data dugaan pungli di kantor pengelola pasar itu, akan dilaporkan ke Polres untuk diproses hukum. “Sementara kami masih menunggu data dari PLN dan SPBU, apabila sudah selesai semua dan ada indikasi pungutan liar, kami akan laporkan secara bersamaan,” janjinya.
Menanggapi hal itu, wakil bupati Kepulauan Sula (Kepsul), Zulfahri Abdullah Duwila mengaku, persoalan pungli di pasar Basanohi sudah lama terjadi. Dikatakan, oknum-oknum yang diduga melakukan pungli sementara ditertibkan.
“Kepala pasar yang baru pernah menyampaikan bahwa ada oknum-oknum tersebut tidak akan diberikan peran. Bahkan kepala kantor menginginkan ke depan, pendapatan dari pasar disetor langsung ke rekening Pemda. Jadi skala besar seperti kontrak, los pasar langsung dikirim ke rekening Pemda, bukan dipegang penagih. Retribusi bawang, rica tomat (Barito) penagihannya seperti biasa,” jelas wabub kepada wartawan, Senin (21/11).
Wabup mengatakan, semasa kepala pasar lama, Rahmat Silia, penagih menyetor hanya Rp. 20-28 juta. “Kalau ada temuan pungli, pelakunya dilaporkan ke aparat penegak hukum untuk diproses hukum,” tegas wabup. Dikatakan, tidak ada pos-pos uang kespek, semua harus disetor ke daerah. “Jadi mungkin kebiasaan lama yang harus dihilangkan,” katanya.
Dengan penertiban kata wabup, pendapatan pasar bisa memenuhi target PAD. Apalagi pungli sesuai aturan Presiden Jokowi harus diberantas. “Jadi akan ditindaklanjuti sesuai aturan yang berlaku,” janji Zulfahri. (sdl)
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »