TERNATE-Mahasiswa
Jurusan Geografi, Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Kieraha
Ternate melaksanakan studi interprestasi karakteristik Pantai selama 22-23
Oktober 2016. Kegiatan selama dua hari itu mengambil lokasi Jambula sampai
Tolire dan Tafure sampai Sulamadaha.
Dosen pembimbing lapangan yang mengasuh
mata kuliah Teknik Geologi STKIP Kieraha Ternate, Alwi La Masinu MT mengatakan,
studi pantai mahasiswa semester I, III dan V tujuannya untuk mengetahui
karakteristik pantai di wilayah Ternate sebagai ciri pantai vulkanis.
Alwi menjelaskan, pantai vulkanis di
wilayah pesisir Ternate, banyak dijumpai di teluk dengan kedalaman laut sekitar
tanjung dan pantai yang maju. Pantai maju katanya, berada di Kastela seperti
bar atau tumpukan batu gamping koral sebagai batuan sendimen organik yang telah
mati di dasar laut karena faktor alam.
Sedangkan bar akan terlihat jika kondisi
air laut mengalami surut berupa tumpukan pasir atau koral di dasar laut.
Disekitar pantai Kastela didominasi penyebaran pasir halus dibandingan ukuran
krikil, dengan tipe dan ciri utamanya berwarna hitam dan putih.
Pasir hitam sekitar pantai bersumber
dari pelapukan batuan andesitik-basaltik gunung api yang berasal dari gaya
geologi yang telah diteranspor oleh media air, sehingga tersebar di wilayah
pantai, sedangkan pasir putih sebagai proses dari kimiawi. “Saat angin
berhembus dari arah laut dan terjadi arus akan menuju dibagian yang surut,
dapat memindahkan bagian-bagian koral yang lapuk ke daerah pasisir pantai,”
paparnya.
Koordinator lapangan mahasiswa, Nifran
M. Bakar yang ikut dalam kegiatan itu mengaku, dengan Studi Interprestasi
Karakteristik Pantai, akan menambah wawasan dalam menginterpretasi karakteristik
pesisir pantai, terutama di Ternate. “Saya senang dengan kegiatan ini,”
ujarnya.
Sementara Ketua Program Studi Pendidikan
Geografi, Irsan Habsy M.Pd menyatakan, sesuai selogan geogarfi learning by research (belajar sambil
meneliti). “Saya sampaikan kepada Dosen, kegiatan ini harus dilakukan agar
mahasiswa tidak hanya memiliki teori, tapi penelitian harus dimiliki oleh
mahasiswa program studi pendidikan geografi STKIP Kie Raha Ternate, agar
semester akhir mahasiswa mampu menyusun proposal atau skripsi sebagai tugas
akhir betul-betul memahami cara mengambil data dilapangan,” katanya. Seraya
meminta kegiatan ini terus dilakukan oleh dosen Geografi sebelum mengakhiri
proses perkuliahan satu semester. (rdx)