TERNATE-Satuan Reserse
Narkoba (Sat Resnarkoba) Polres Ternate, menetapkan status tersangka terhadap
salah satu tahanan kasus narkoba di Rutan Klas IIB Ternate. Tahanan bernama
Riski alias Iki itu ditangkap polisi setelah kedapatan hendak pesta narkoba
bersama rekan-rekanya dalam Rutan Ternate saat dilakukan razia oleh petugas
Rutan.
Kasat Resnakoba Polres Ternate AKP
Zainal menuturkan penangkapan terhadap Riski setelah pihaknya mendapat laporan
dari pihak Rutan bahwa ditemukan sejumlah tahanan yang hendak pesta narkoba. Ia menjelaskan, saat penggeledahan polisi
mengamankan barang bukti berupa 1 buah alas isap sabu dengan sisa pakai narkoba
yang masih menempel.
Awalnya, lanjut dia, ada sekitar 6 orang
yang dicurigai yang ikut terlibat, namun setelah dilakukan tes urine, ternyata
tiga diantaranya positif konsumsi narkoba. Dalam kasus ini, polisi telah
menetapkan 1 tersangka bernama Rizki yang juga seorang tahanan di Rutan IIB
yang juga tersandung kasus narkoba.
“Kasus ini kami terus kembangkan, sambil
menunggu tersangka kasusnya disidangkan oleh pengadilan barulah kita ajukan
yang ini. Kami mendapat informasi bahwa ada temuan alat bong atau alat hisap
narkoba dalam satu ruangan Rutan, setelah kami periksa beberapa saksi, akhirnya
kami tetapkan Riski sebagai tersangka karena alat tersebut serta sisa narkoba
sabu merupakan miliknya," ungkap Zainal, Kamis (27/10).
Dengan temuan yang baru ini, penyidik
tetap memprosenya untuk kembali diajukan ke pengadilan. "Kita proses
menunggu perkara yang lama sudah memiliki kekuatan hukum dan selesai menjalankan
masa hukuman, baru kita ajukan perkara yang baru," jelasnya.
Selain Riski, tiga narapidana juga
positif menggunakan narkoba setelah dilakukan tes urine oleh pihak Rutan.
Namun, ketiga Napi yang tidak dibeberkan identitasnya ini masih berstatus
saksi. "Yang tersangka baru satu, yakni Riski, tiga orang positif itu
masih sebagai saksi, kita masih pemeriksaan untuk pengembangan lebih
lanjut," jelasnya.
Penyidik juga mendalami asal barang
haram yang berhasil lolos masuk ke dalam Rutan ini. Sebab pihak Rutan sudah
sangat ketat melakukan pemeriksaan setiap pengunjung dan barang bawaanya.
"Semua cara sudah dilakukan termasuk pemeriksaan setiap orang dan barang
bawaan pengunjung, tapi sebagai manusia ada kekuranga sehingga jika ditemukan
maka kami harus ditindaklanjuti," tandasnya. (zsm)
