JAKARTA-Kota Ternate
saat ini sudah semakin padat, sehingga perlu melakukan pengembangan wilayah dan
infrastruktur ke pulau sekitarnya, sebagai solusi keterbatasan lahan di Pulau
Ternate. Sebab itu walikota Ternate Burhan Abdurahman mengadakan pertemuan
dengan Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah (BPIW) untuk membahas
pengembangan infrastruktur di Kota Ternate.
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan
Rakyat (PUPR) dalam hal ini BPIW mendukung upaya pengembangan infrastruktur
demikian disampaikan oleh Kepala BPIW Rido Matari Ichwan di Jakarta sebagaimana
dikutip pu.go.id, Kamis (27/10). “Pengembangan infrastruktur di Kota Ternate
perlu dilakukan dengan perencanaan khusus, mengingat Ternate merupakan salah
satu kota yang memiliki nilai sejarah tinggi di negeri ini,” kata Rido.
Rido mengatakan, perencanaan khusus yang
dimaksud adalah pengembangan infrastruktur yang dilaksanakan harus dapat
memperkuat karakter Kota Ternate sebagai kota bersejarah. Kementerian
PUPR kini telah melakukan studi kelayakan untuk pembangunan jembatan yang
menghubungkan antara Pulau Ternate, Pulau Maitara dan Pulau Tidore.
Selain itu, Rido juga mendorong Pemkot
Ternate untuk terus meningkatkan gerakan Barifola, yakni gerakan gotong royong
membangun rumah atau bedah rumah milik masyarakat berpenghasilan rendah (MBR)
yang tak menggunakan APBD maupun APBN. Menurutnya, tradisi yang bagus tersebut
perlu dipertahankan dan tingkatkan.
Dadang Rukmana menambahkan, saat ini
Kementerian PUPR melakukan pengembangan infrastruktur di Indonesia menggunakan
pendekatan yang berbasis wilayah atau Wilayah Pengembangan Strategis (WPS).
Dengan pendekatan WPS ini, diharapkan
pengembangan infrastuktur PUPR dapat dijalankan secara terpadu dan
konprehensif. “Perlu diakui jika sebelumnya, penanganan terhadap kota sejarah
dilakukan belum terpadu, misalnya pemugaran pada bangunan-bangunan tertentu.
Sehingga, penanganan yang dilakukan tersebut justru menghilangkan makna
sejarahnya,” ucap Dadang.
Dengan begitu, saat ini BPIW berupaya
mendorong pengembangan wilayah dan pembangunan infrastruktur secara terpadu dan
komprehensif. Pemkot Ternate terus memperjuangkan pembangunan jembatan yang
menghubungkan Pulau Ternate, Pulau Maitara dan Pulau Tidore. Karena keberadaan
jembatan tersebut akan mempermudah mobilitas ekonomi dan sosial masyarakat
antar ketiga pulau yang berdekatan itu. Biaya pembangunan jembatan tersebut
sangat besar, perlu dukungan berbagai pihak agar terealisasi,” ungkap Burhan. (aky)
