![]() |
| Jasri Usman. Ketua DPW PKB Malut saat memberikan sambutan pembukaan PKP di Kota Tidore Kepulauan |
TERNATE-KPU Halmahera Tengah diminta supaya berani menggugurkan kandidat bakal calon bupati yang bermasalah, dan Kepolisian segera menelusuri dugaan pemalsuan ijazah Muttiara T. Yasin, jika hasil investigasi terbukti agar semua pihak yakni dan percaya. “Kalau betul-betul terbukti, karena ini terkait nama baik orang, tentu kita harus terbuka. Misalnya nanti tidak benar itu katakan saja tidak benar, sebaliknya salah katakan salah,” pinta Ketua DPW PKB Maluku Utara, Jasri Usman, Jumat siang (14/10).
Jasri meminta supaya KPU, Bawaslu dan Kepolisian diberikan kesempatan mengusut untuk membutikan kebenaran agar tidak menimbulkan pertanyaan di publik. "Jangan sampai pilkada sudah selesai baru diketahu, itu tidak baik," katanya Jasri.
Menurutnya, jangan sampai ada kecolong saat proses awal, apabila ada kandidat yang tidak memenuhi syarat diloloskan. Untuk itu, ia meminta masyarakat menunggu hasil kerja keras pihak yang berwenang. “Dugaan pemalsuan ijazah ini supaya dituntaskan, kalau terbukti harus digugurkan,” tegasnya.
KPU kanya harus berani menggugurkan kandidat yang terbukti menggunakan ijazah palsu, sebab ada kekhawatiran apabila masalah ini dibirakan sampai terakhir, maka prosesnya akan panjang. “Masih awal-awal harus diverifikasi, asal-usul sekolah dan tahun kelulusan. Kita mendorong yang berwenang segera bertindak mengungkap kebenaran,” katanya. Seraya menambahkan, semua pihak menginginkan pilkada Halmahera Tengah berjalan baik tanpa kecurangan, dan menghasilkan pimpinan yang dipilih masyarakat benar-benar memiliki kemampuan dan kapasitas. (jun)
Jasri meminta supaya KPU, Bawaslu dan Kepolisian diberikan kesempatan mengusut untuk membutikan kebenaran agar tidak menimbulkan pertanyaan di publik. "Jangan sampai pilkada sudah selesai baru diketahu, itu tidak baik," katanya Jasri.
Menurutnya, jangan sampai ada kecolong saat proses awal, apabila ada kandidat yang tidak memenuhi syarat diloloskan. Untuk itu, ia meminta masyarakat menunggu hasil kerja keras pihak yang berwenang. “Dugaan pemalsuan ijazah ini supaya dituntaskan, kalau terbukti harus digugurkan,” tegasnya.
KPU kanya harus berani menggugurkan kandidat yang terbukti menggunakan ijazah palsu, sebab ada kekhawatiran apabila masalah ini dibirakan sampai terakhir, maka prosesnya akan panjang. “Masih awal-awal harus diverifikasi, asal-usul sekolah dan tahun kelulusan. Kita mendorong yang berwenang segera bertindak mengungkap kebenaran,” katanya. Seraya menambahkan, semua pihak menginginkan pilkada Halmahera Tengah berjalan baik tanpa kecurangan, dan menghasilkan pimpinan yang dipilih masyarakat benar-benar memiliki kemampuan dan kapasitas. (jun)
