Pemerintah pusat berencana akan
membangun Istana Presiden di kabupaten Pulau Morotai. Sertifikat hibah tanah
untuk pembangunan istana sudah diserahkan kepada pemerintah pusat oleh
Sekretaris Daerah (Sekda) Malut, Majid Husen. Rencananya, pada 4 November 2015,
panitia pembangunan akan turun mengecek struktur tanah sekaligus pembuatan
landskap.
“Istana Presiden yang dibangun di
Mororai sesuai kearifan lokal, tidak seperti instana presiden di Cipanas maupun
Bogor,” ujar ketua Rumah Kreasi Indonesia Hebat (RKIH), Sandy P. Mahuran kepada
wartawan usai jalan sehat memperingati Sumpah Pemuda di lapangan Ngara Lamo,
Salero, Minggu (1/11) kemarin.
Menurutnya, pembangunan istana presiden
di Morotai menggunakan kearifan lokal sebab istana presiden yang ada sekarang
merupakan peninggalan Belanda. Sebab itu ada keinginan model istana lahir dari
ibu pertiwi. “Pulau Mortai merupakan
salah satu daerah sejarah yang menjadi pintu gerbang yang berada di bibir Pasifik
sehingga dianggap lebih layak pembangunan Istana Presiden RI,” katanya.
Dalam memperingati Sumpah Pemuda 28
Oktober RKIH bekerjasama TNI, Polri dan Yayasan Panglima Sudirman menggelar
jalan sehar dan senam zumba. Sandy mengatakan, kehadiran RKIH di Malut tidak
ditunggangi politik apapun. Namun RKIH hadir murni sebagai organisasi
masyarakat (ormas) dengan visi misi membantu masyarakat menjadi representasi
pemerintah pusat dalam mengawal agenda presiden RI Joko Widodo.
“Jadi sesungguhnya tidak ada unsur
politik apapun, tapi kami adalah ormas murni dan RKIH memberikan kesempatan
kepada seluruh pengurus kader menggunakan hak politiknya dalam kanca pemilihan
serentak pada 9 Desember 2015 ini,” katanya. Menurutnya, kenapa RKIH hadir
untuk meperingati hari sumpah pemudah karena seluruh kader yang notabenenya 75
persen berasal dari pemuda, maka RKIH merasa memiliki semangat untuk
pembangunan dalam membantu Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi Malut. (aky)