Kanwil Kemenag Malut Gelar Penulisan Mushaf Al-Qur’an

Diposting oleh On Thursday, October 13, 2016 with No comments

Kabag TU Kemenag Malut, H. Sarbin Sehe, S.Ag, M.PdI foto bersama pejabat Kemenag Malut dan Kemenag Kota Tikep 
serta Pengurus Ponpes Harisul Khairaat Kota Tikep usai pembukaan kegiatan.
TIDORE-Menyambut Hari Santri Nasional ke-2 tanggal 22 Oktober 2016, Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Maluku Utara melalui Bidang Pendidikan Islam melakukan kegiatan Pencanangan Budaya Nasional Menulis Al-Quran 30 Juz. Ini merupakan kegiatan Kementerian Agama RI yang dilaksanakan secara serentak di 34 provinsi seluruh Indonesia.
Di Maluku Utara, kegiatan penulisan Mushaf Al-Quran 30 Juz dipusatkan di Pondok Pesantren (Ponpes) Harisul Khairaat Bumi Hijrah Tidore, Rabu (12/10). Kegiatan ini diikuti 350 santri Ponpes Harisul Khairaat Kelurahan Ome Kota Tidore Kepulauan.
Penanggung jawab kegiatan, Drs H. Amar Manaf, M.Si dalam laporannya mengatakan, tujuan kegiatan ini untuk mendorong para santri pondok pesantren lebih meningkatkan budaya menulis Al-Quran yang selama ini sudah mapan di lingkungan pondok pesantren. Menurutnya, penulisan mushaf Al-Quran diagendakan akan diikuti 600 santri, namun terkendala anggaran maka dibatasi hanya 350 santri.
Meski demikian, santri yang ikut penulisan Al Qur’an ditargetkan akan menyelesaikan dalam waktu 1 jam menuliskan Al-Quran 30 Juz sebanyak 2 Mushaf/Kitab dalam lembaran ukuran besar dan sedang. “Hasil penulisan 2 Mushaf Al-Quran ini akan dijilid dan diserahkan pada Puncak acara peringatan Hari Santri Nasional yang dipusatkan di Provinsi Banten,” ujar Amar Manaf.
Kepala Kanwil Kemenag Malut yang diwakili Kepala Bagian Tata Usaha, H. Sarbin Sehe, S.Ag, M.PdI saat membuka Pencanangan Budaya Nasional Menulis Al-Quran 30 Juz menyatakan menyambut baik kegiatan yang baru pertama diadakan di Indonesia, dan khusus di Maluku Utara di Ponpes Harisul Khairaat Ome Tidore.
Menurut Sarbin, ada dua hal penting dalam momentum ini yang bisa dipetik sebagai hikmah yakni, pertama, ajakan untuk melakukan ‘Iqra bil Qolam’ yaitum pembacaan Al-Quran dengan cara menuliskannya. “Budaya penulisan Al-Quran bertujuan agar ayat-ayat suci Al-Quran tidak hanya dipahami dengan cara membacanya saja, tetapi juga dipahami lewat aktivitas menuliskan. Dan jauh lebih penting dari keduanya adalah upaya penghayatan dan pengamalan isi kandungan Al-Quran,” ajaknya.
Kedua lanjut Sarbin, motivasi bagi umat Islam untuk selalu mempedomani Al-Quran sebagai pegangan hidup. “Al-Quran bukanlah kitab sejarah yang hanya menceritakan kisah umat-umat terdahulu, namun lebih dari adalah kitab pedoman hidup umat Islam yang isinya wajib dihayati dan diamalkan dalam aktivitas kehidupan setiap Muslim,” jelas Sarbin. Sarbin berharap agar para santri yang ikut penulisan mushaf Al-Quran serius dan ikhlas melakukan, karena ini menjadi bagian dari ibadah kepada Allah SWT. 
Usai membuka pencanganan Budaya Nasional Menulis Al-Quran, Kabag TU didampingi pejabat teknis Bidang Pendis Kemenag Malut dan Kemenag Kota Tikep melakukan kunjungan kerja di MIN Bobo dan MIS Mareku untuk melihat secara dekat kekurangan sarana prasarana kedua madrasah itu.
Dalam kunjungan itu, Sarbin mengakui masih ada beberapa madrasah di Kota Tidore Kepulauan yang membutuh perhatian dari segi sarana dan prasarana, namun secara umum dinilai perkembangan madrasah di Kota Tikep cukup membanggakan. Buktinya,  tujuh madrasah di Kota Tidore Kepulauan mendapat penghargaan sebagai Adiwiyata Tingkat Provinsi Maluku Utara Tahun 2016.

Ketujuh madrasah itu lanjutnya yakni, MTsS Tomalou, MIN Dokiri, MAS Dowora, MIS Rum, MIS Tomalou, MIS Cobo dan MIS Balbar. “Hari ini mereka menerima penghargaan perayaan HUT Provinsi Maluku Utara di Sofifi,” tandas Sarbin. (rdx/pn)
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »