Kapolda Perintahkan Sikat Pelaku Bentrok

Diposting oleh On Thursday, October 13, 2016 with No comments

TERNATE-Kapolda Maluku Utara Brigjen Tugas Dwi Apriyanto memerintahkan seluruh jajarannya di Polres Ternate untuk mengambil tindakan tegas tanpa kompromi terhadap dalang dan pelaku bentrok antarwarga Mangga Dua dan Toboko. Cara itu dianggap agar menimbulkan efek jera karena tindak warga dua kelurahan bertetangga itu, semakin meresahkan masyarakat.
Instruksi Kapolda ini disampaikan dalam rapat koordinasi dengan seluruh Kapolres jajaran Polda Maluku Utara di Kantor Polres Ternate, Rabu (12/10). Kepala wartawan, Kapolda menyebut penyelesaian bentrokan warga dua kelurahan tersebut bukan waktunya lagi berbicara damai. Namun harus ditindak tegas dalam penegakkan hukum, sabab keadaan sudah tidak memungkinkan, karena upaya damai yang pernah dilakukan oleh Pemkot Ternate beberapa kali mentah begitu saja.
Demi keamanan dan ketertiban di masyarakat, Kapolda memerintahkan polisi untuk terus melakukan sweeping terhadap senjata tajam dan bom molotov yang masih disimpan oleh warga. "Saya mengimbau agar segala jenis senjata tajam termasuk bom molotov segera diserahkan ke aparat. Kalau imbauan ini tidak diindahkan, terpaksa akan ditindak tegas,” tegas Tugas. Jika ada masyarakat yang mengindahkan imbauan, segala proses dan keputusan akan dipertimbangkan. Kapolda juga akan menindak siapa saja karena mereka sudah mengganggu masyarakat lainnya.
"Kalau melakukan kegiatan sampai pada pidana. Saya tidak rgu-ragu, jika ada yang melakukan kegiatan sampai pada pidana, maka akan ditindak tegas sesuai dengan aturan yang berlaku. Kita akan hadapi dengan kekuatan yang full atau lebih tinggi lagi. Kalau dia bawa parang, maka saya perintahkan anggota bawa senjata, tapi harus sesuai prosedur."
Meski begitu, Kapolda berharap agar anggota polisi dilapangan tidak akan melakukan hal-hal diluar SOP, sebab polisi yang dipersenjatai bukan untuk menembak hewan, tetapi manusia. "Namun kapan dia menembak, dimana dia mnembak dan saat mana dia mnembak, dia sudah tahu aturannya. Kalau melanggar SOP, maka saya akan proses anggota itu," jelasnya.

Disamping itu, Kapolda mengajak semua orang tua dan keluarga harus ambil peduli, dan melaporkannya ke aparat yang berwajib. Dirinya meminta kerjasama yang baik semua pihak demi terwujudnya suasana damai, sehingga aktifitas keseharian masyarakat bisa kembali seperti biasanya. Kini pihak Polda akan terus  memaksimalkan fungsi-fungsi prenfentif yaitu dengan melakukan pendekatan-pendekatan dan patroli. Dia mengaku jika konflik dua kelurahan tersebut sudah disampaikan ke Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda). "Jadi, kita semua harus mengambil langkah-langkah, tidak boleh ini terjadi terus," harapnya. (01zsm)
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »