TERNATE-Kapolda Maluku
Utara Brigjen Tugas Dwi Apriyanto memerintahkan seluruh jajarannya di Polres
Ternate untuk mengambil tindakan tegas tanpa kompromi terhadap dalang dan
pelaku bentrok antarwarga Mangga Dua dan Toboko. Cara itu dianggap agar
menimbulkan efek jera karena tindak warga dua kelurahan bertetangga itu,
semakin meresahkan masyarakat.
Instruksi Kapolda ini disampaikan dalam
rapat koordinasi dengan seluruh Kapolres jajaran Polda Maluku Utara di Kantor
Polres Ternate, Rabu (12/10). Kepala wartawan, Kapolda menyebut penyelesaian
bentrokan warga dua kelurahan tersebut bukan waktunya lagi berbicara damai.
Namun harus ditindak tegas dalam penegakkan hukum, sabab keadaan sudah tidak
memungkinkan, karena upaya damai yang pernah dilakukan oleh Pemkot Ternate
beberapa kali mentah begitu saja.
Demi keamanan dan ketertiban di
masyarakat, Kapolda memerintahkan polisi untuk terus melakukan sweeping
terhadap senjata tajam dan bom molotov yang masih disimpan oleh warga.
"Saya mengimbau agar segala jenis senjata tajam termasuk bom molotov
segera diserahkan ke aparat. Kalau imbauan ini tidak diindahkan, terpaksa akan
ditindak tegas,” tegas Tugas. Jika ada masyarakat yang mengindahkan imbauan,
segala proses dan keputusan akan dipertimbangkan. Kapolda juga akan menindak
siapa saja karena mereka sudah mengganggu masyarakat lainnya.
"Kalau melakukan kegiatan sampai
pada pidana. Saya tidak rgu-ragu, jika ada yang melakukan kegiatan sampai pada
pidana, maka akan ditindak tegas sesuai dengan aturan yang berlaku. Kita akan
hadapi dengan kekuatan yang full atau lebih tinggi lagi. Kalau dia bawa parang,
maka saya perintahkan anggota bawa senjata, tapi harus sesuai prosedur."
Meski begitu, Kapolda berharap agar
anggota polisi dilapangan tidak akan melakukan hal-hal diluar SOP, sebab polisi
yang dipersenjatai bukan untuk menembak hewan, tetapi manusia. "Namun
kapan dia menembak, dimana dia mnembak dan saat mana dia mnembak, dia sudah
tahu aturannya. Kalau melanggar SOP, maka saya akan proses anggota itu,"
jelasnya.
Disamping itu, Kapolda mengajak semua
orang tua dan keluarga harus ambil peduli, dan melaporkannya ke aparat yang
berwajib. Dirinya meminta kerjasama yang baik semua pihak demi terwujudnya
suasana damai, sehingga aktifitas keseharian masyarakat bisa kembali seperti
biasanya. Kini pihak Polda akan terus memaksimalkan fungsi-fungsi
prenfentif yaitu dengan melakukan pendekatan-pendekatan dan patroli. Dia
mengaku jika konflik dua kelurahan tersebut sudah disampaikan ke Forum
Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda). "Jadi, kita semua harus
mengambil langkah-langkah, tidak boleh ini terjadi terus," harapnya. (01zsm)
