![]() |
| Bupati Halteng Al Yasin Ali |
WEDA-Sebuah
terobosan yang dilakukan Pemda kabupaten Halmahera Tengah yakni SIM Card bagi
Imam dan Pendeta. Program ini merupakan sebuah inovasi program penyaluran
insentif Imam dan Pendeta yang dilahirkan dalam Diklat PIM IV angkat VIII.
Meski program insentif imam dan pendeta sudah berjalan beberapa tahun lalu
melalui Bagian Kesra Pemda Halmahera Tengah, namun itu hanya menjadi terobosan
atau project leader untuk mengidentifikasi berbagai permasalah yang terjadi.
SIM Card imam dan pendeta ini, Rabu
(20/10) dilounching Bupati Halmahera Tengah, Al Yasin Ali di ruang rapat
bupati. Menurut bupati, SIM card ini dibagi kepada iman, pendeta dan staf
diharapkan dapat dimanfaatkan dengan baik.
“Dalam pengamatan kami selama
menjalankan pelayanan kepada para imam, pendeta dan staf masih ada beberapa
kelemahan yang disebabkan keluhan penerima hak diikuti pelayanan yang maksimal,"
ujar Nurmala Ibrahim.
Melihat permasalahan itu kata Nurmala,
maka dipandang penting memperbaiki model dari sebuah sistem pelayanan yang
menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, khusus imam dan pendeta. Dikatakan, untuk
lebih efektif, pada kegiatan Project Leader dengan dukungan sponsor Kepala
Bagian Kesra Setda Halmahera Tengah bapak, Muchlis Djailan, SE.M.Kes melakukan suatu terobosan membangun system
pelayanan yang lebih baik.
Terobosan ini menurutnya, berupa
pelayanan menggunakan kartu elektronik atau SIM CARD sebagai upaya
menyelesaikan solusi dan selanjutnya ditetapkan dalam topic proyek perubahan
pada Diklat Pim IV tahun 2016. "Tujuan Launching SIM CARD ini untuk
memperkenalkan model inovasi dalam upaya meningkatkan pelayanan yang bangun
melalui kerjasama dengan PT.Bank Maluku cabang pembantu Weda sebagai penyedia
jasa," jelasnya.
Turut hadir dalam kegiatan itu, Asissten
II setda Halmahera Tengah, Pimpinan PT. Bank Maluku Cabang pembantu Weda dan
karyawan, Kepala Kantor Kementrian Agama Kabupaten Halmahera Tengah, kepala
desa, para imam dan pendeta. (hrn)
