18 Kasus SPPD Fiktif Masih Kabur

Diposting oleh On Monday, October 31, 2016 with No comments

SOFIFI-Temuan kasus SPPD fiktif Badan Pemeriksa Keuangan  BPK pada 18 SKPD Pemrov Maluku Utara hingga kini belum ada tindaklanjut, menjadi sorotan DPRD Provinsi Maluku Utara.  Hal ini karena sudah lebih dari tiga bulan temuan BPK, tidak ada laporan Pemprov sebagai bahan evaluasi DPRD.
Wakil gubernur M. Natsir Thaib yang bertanggung jawab sebagai ketua tim evaluasi tidak memberikan laporan otentik proses pengembalikan hasil temuan BPK. “Sampai saat ini tidak ada kejelasan mekanisme pengembalikan,” kata Ketua Komisi I, Wahda Zainal Imam, Minggu (30/10).
Menurut Wahda, jika ada dinas yang sudah mengembalikan, harus dilaporkan ke DPRd sebagai mitra untuk menjadi bahan evaluasi. Mitra Komisi I yakni Biro Pemerintahan juga mengalir SPDD fiktif anggaran sertifikasi tanah yang melibatkan Badan Pertanahan Negara juga tidak jelas penyelesaianya.
Sementara Edi Langkara, ketua komisi II DPRD Malut mengatakan gubernur seharusnya menggaris bawahi nama-nama pejabat yang ikut terseret dalam SPD fiktif untuk ressufle. “Pejabat tersebut tidak perlu diangkat menjadi kepala dinas, kepala Badan ataupun Kepala Biro. Gubernur sudah bikin daftar list pejabat-pejabat ini untuk tidak lagi dipakai pada Resuffle nanti," pintanya.
Ia mengakui, ada beberapa SKPD mitra komisi II yang masuk dalam temuan BPK hingga saat ini belum mengembalikan pengembalian. "Kalau sudah seperti ini, aparat penegak hukum harus segera bersikap, sehinga menjadi efek jerat bagi SKPD lain,” harapnya. (ces)
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »