TERNATE-Tim Mabes Polri akan turun ke
Ternate menyelidiki penembakkan warga yang diduga dilakukan anggota Polisi saat
mengamankan tawuran antar
warga Minggu (10/1) dini hari mengakibatkan dua warga tewas. “Hari ini, tim Mabes
Polri akan turun ke Ternate melakukan penyidikan terkait penembakkan warga
Toboko,” kata Wakapolda Malut, Kombes Pol Jhoni Latuperisa saat memantau
bentrok polisi dengan warga di Ternate, Senin petang.
Menurut Wakapolda, apabila
anggota
polisi terlibat dalam penembakkan dan tidak SOP, maka yang
bersangkutan
bersama pimpinannya satu tingkat diatasnya akan dikenai sanksi tegas. Bentrokkan antara
polisi dengan warga bermula saat sejumlah mahasiswa bersama warga Toboko
menutup akses jalan menuju kawasan tersebut.
Saat itu, ratusan warga menutup semua akses
jalan dan berorasi
meminta Komnas HAM turun menginvestigasi penembakkan warga yang tewas. Massa yang emosi
kemudian menuju ke Kantor Polres Ternate untuk meminta pertanggungjawaban
kematian dua warga, namun ratusan personel anggota Kepolisian langsung
menghadang dan memukul balik warga dengan menggunakan gas air mata.
Meski
warga sempat melakukan
perlawanan dengan melempari polisi menggunakan batu dan panah wayar, tetapi
dengan kekuatan penuh, ratusan massa langsung dipukul mundur. Aksi anarkis antar warga itu,
mengakibatkan dua warga Toboko tewas diantaranya Dedy Rizaldi Ridwan (29 tahun)
terkena peluru tajam tepatnya di pelipis kiri menembus pada bagian belakang dan
Julkifli Hasim (23 tahun), warga Kelurahan Tanah Tinggi RT 07 meninggal karena
ditabrak dan diseret mobil Dalmas saat masuk dan menembakan gas air mata.
Sementara tiga korban yang sedang dirawat di
Rumah Sakit Tentara diantaranya Muhammad Fitra (13 tahun) warga kelurahan
Toboko RT 05, Fitra ditabrak dan diseret Mobil Dalmas, sehingga korban
mengalami luka memar di bagian kepala dan luka bagian kaki kiri.
Korban
kini belum sadar. Korban lainnya, Fadli Fison (27 tahun)
warga kelurahan Toboko RT 03. Ia tertembak di jalan
gang kayu buah tepatnya di jembatan mengenai bagian betis kaki kiri
luka menembus dibagian belakang. Sementara Nasrun (46 tahun) merupakan warga
keluraha Toboko RT 04, terkena peluru
nyasar di bagian leher belakang saat keluar rumah hendak berdiri di
tepi jalan melihat insiden tersebut. (tim)