Mabes Polri Turun Selidiki Penembakkan Warga Ternate

Diposting oleh On Tuesday, January 12, 2016

TERNATE-Tim Mabes Polri akan turun ke Ternate menyelidiki penembakkan warga yang diduga dilakukan anggota Polisi saat mengamankan tawuran antar warga Minggu (10/1) dini hari mengakibatkan dua warga tewas. “Hari ini, tim Mabes Polri akan turun ke Ternate melakukan penyidikan terkait penembakkan warga Toboko,” kata Wakapolda Malut, Kombes Pol Jhoni Latuperisa saat memantau bentrok polisi dengan warga di Ternate, Senin petang.
Menurut Wakapolda, apabila anggota polisi terlibat dalam penembakkan dan tidak SOP, maka yang bersangkutan bersama pimpinannya satu tingkat diatasnya akan dikenai sanksi tegas. Bentrokkan antara polisi dengan warga bermula saat sejumlah mahasiswa bersama warga Toboko menutup akses jalan menuju kawasan tersebut.
Saat itu, ratusan warga menutup semua akses jalan dan berorasi meminta Komnas HAM turun menginvestigasi penembakkan warga yang tewas. Massa yang emosi kemudian menuju ke Kantor Polres Ternate untuk meminta pertanggungjawaban kematian dua warga, namun ratusan personel anggota Kepolisian langsung menghadang dan memukul balik warga dengan menggunakan gas air mata.

Meski warga sempat melakukan perlawanan dengan melempari polisi menggunakan batu dan panah wayar, tetapi dengan kekuatan penuh, ratusan massa langsung dipukul mundur. Aksi anarkis antar warga itu, mengakibatkan dua warga Toboko tewas diantaranya Dedy Rizaldi Ridwan (29 tahun) terkena peluru tajam tepatnya di pelipis kiri menembus pada bagian belakang dan Julkifli Hasim (23 tahun), warga Kelurahan Tanah Tinggi RT 07 meninggal karena ditabrak dan diseret mobil Dalmas saat masuk dan menembakan gas air mata.
Sementara tiga korban yang sedang dirawat di Rumah Sakit Tentara diantaranya Muhammad Fitra (13 tahun) warga kelurahan Toboko RT 05, Fitra ditabrak dan diseret Mobil Dalmas, sehingga korban mengalami luka memar di bagian kepala dan luka bagian kaki kiri. Korban kini belum sadar. Korban lainnya, Fadli Fison (27 tahun) warga kelurahan Toboko RT 03. Ia tertembak di jalan gang kayu buah tepatnya di jembatan mengenai bagian betis kaki kiri luka menembus dibagian belakang. Sementara Nasrun (46 tahun) merupakan warga keluraha  Toboko RT 04, terkena peluru nyasar di bagian leher belakang saat keluar rumah hendak berdiri di tepi jalan melihat insiden tersebut. (tim)
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »