WEDA-Pemadaman listrik yang
terjadi di Kecamatan Patani Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng) dengan alasan
kerusakan mesin, membuat warga Patani merasa dirugikan serta dianggap sudah tak
masuk akal. Pasalnya dengan adanya pemadaman membuat alat elektronik seperti kdan
televisi warga kecamatan Patani rusak, selain itu warga mengeluhkan penagihan
rekening listrik pegawai PLN dikawalan aparat TNI membuat warga geram. Hal ini
disampaikan Rakim Tabua, warga desa Yondeliu kecamatan Patani, Senin (7/12).
Rakim mempertanyakan alasan PLN melibatkan
anggota TNI melakukan penagihan tarif listrik di setiap rumah warga. "Seharusnya
PLN harus tahu diri, sebab selama pemadaman berlangsung meski warga mengeluh
namun tetap bayar rekening listrik. Kenapa harus libatkan aparat TNI saat melakukan
penagihan," tegasnya.
Menurutnya, tindakan yang diambil pihak PLN Patani dengan melibatkan TNI seakan menunjukkan kondisi warga tidak steril atau tidak aman. "Inikan memberi kesan buruk kondisi disini tidak aman," ujar Rakim. Rakim yang juga aktivis sosial meminta PLN Cabang Ternate mengevaluasi kinerja kepala PLN Ranting Patani sehingga masalah ini tidak lagi terulang. (hrn)
