![]() |
| Sandi, korban Lakalantas yang Selamat |
TERNATE-Seorang siswa SMAN 2
Ternate bernama Reza Andreana (15) meninggal dunia dalam kecelakaan tunggal di
lingkungan Kayu Merah, Ternate Selatan, Selasa (15/12) sekitar jam 03:00 WIT
dini hari. Reza menabrak pembatas jalan (trotoar) saat mengendarai sepeda motor
spin warna biru dengan nomor polisi DG 4242 KJ.
Informasi yang dihimpun di Tempat Kejadian
Peristiwa (TKP) menyebutkan, awalnya remaja asal kelurahan Kastela, kecamatan
Pulau Ternate ini mengajak temannya bernama Sandi Ruslan Dae (17) membeli
makanan. Setelah kembali, korban mengendarai kendaraan dengan kecepatan tinggu
sehingga tidak dapat mengendalikan sepeda motor yang telah oleng dan langsung
menghantam trotoar di jalan Pertamina, depan pintu Benteng Kalamata.
“Saya duduk bersama beberapa, tiba-tiba Reza memanggil
pergi beli makanan di Bastiong. Pas pulang dengan kecepatn tinggi. Saya sudah
ingatkan agar sepeda motor saya yang kendarai tetapi ditolak. Karena laju,
motor sudah tidak kontrol dan akhirnya menabrak trotoar,” kisah Sandi kepada wartawan
di RSUD Cahasan Boesoerie Ternate.
Meski Sandi sempat terseret dan terbentur
dengan trotoar dan kaki kanan mengalami luka sobek, namun nyawanya selamat.
Sementara Reza bersama sepeda motor menghantam dinding benteng Kalamata. Warga
sekita yang sempat melihat kejadian tersebut langsung membawa keduanya ke Rumah
Sakit Chasan Boesoirie untuk mendapat pertolongan media. Namun nyawa Reza tak
tertolong, lantaran mengalami luka serius yakni hidung patah, luka gores di dada,
rahang korban bergeser. Parahnya lagi, bagian belakang kepala korban mengalami
benturan.
Seorang saksi yang membawa dua korban ke RSUD
Chasan Boesoirie menuturkan, tidak mengetahui persis kecelakaan tersebut. Secara
kebetulan ia melintas di jalan melihat kedua korban serta sepeda motornya
tergeletak di tortoar. “Saat kami mengangkat kedua korban, satu korban yang
bernama Sandi dalam keadaan sadar dan meminta bantuan menghubungi keluarganya,”
ujarnya.
Setelah menolong kedua korban, baru
dilaporkan ke Polsek Ternate Selatan langsung ke Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Melihat kondisi keduanya dalam kondisi parah, langsung dibawa ke RSUD
mengunakan mobil patroli. Tim medis IGD RSUD Cahasan Boesoirie sudah berupaya
maksimal, namun nyawa Reza tak tertolong. Reza yang masih tercatat siswa kelas
I SMA Negeri 2 Ternate itu menghembuskan nafas terakhirnya tepat pukul 04.40
WIT, diduga pembuluh darah pecah akibat benturan keras.
Sementara Sandi Ruslan Dae, siswa di Sekolah
Menengah Kejuruan (SMK) 4 Kota Ternate mendapat perawatan intensif. Jenazah Reza telah dibawa keluarganya untuk disemayamkan
di kampung halaman, sementara Sandi masih mendapat perawatan intensif tim medis
RSUD. (zs)
