Tabrak Trotoar, Siswa SMAN 2 Meninggal

Diposting oleh On Wednesday, December 16, 2015

Sandi, korban Lakalantas yang Selamat
TERNATE-Seorang siswa SMAN 2 Ternate bernama Reza Andreana (15) meninggal dunia dalam kecelakaan tunggal di lingkungan Kayu Merah, Ternate Selatan, Selasa (15/12) sekitar jam 03:00 WIT dini hari. Reza menabrak pembatas jalan (trotoar) saat mengendarai sepeda motor spin warna biru dengan nomor polisi DG 4242 KJ.
Informasi yang dihimpun di Tempat Kejadian Peristiwa (TKP) menyebutkan, awalnya remaja asal kelurahan Kastela, kecamatan Pulau Ternate ini mengajak temannya bernama Sandi Ruslan Dae (17) membeli makanan. Setelah kembali, korban mengendarai kendaraan dengan kecepatan tinggu sehingga tidak dapat mengendalikan sepeda motor yang telah oleng dan langsung menghantam trotoar di jalan Pertamina, depan pintu Benteng Kalamata.
“Saya duduk bersama beberapa, tiba-tiba Reza memanggil pergi beli makanan di Bastiong. Pas pulang dengan kecepatn tinggi. Saya sudah ingatkan agar sepeda motor saya yang kendarai tetapi ditolak. Karena laju, motor sudah tidak kontrol dan akhirnya menabrak trotoar,” kisah Sandi kepada wartawan di RSUD Cahasan Boesoerie Ternate.

Meski Sandi sempat terseret dan terbentur dengan trotoar dan kaki kanan mengalami luka sobek, namun nyawanya selamat. Sementara Reza bersama sepeda motor menghantam dinding benteng Kalamata. Warga sekita yang sempat melihat kejadian tersebut langsung membawa keduanya ke Rumah Sakit Chasan Boesoirie untuk mendapat pertolongan media. Namun nyawa Reza tak tertolong, lantaran mengalami luka serius yakni hidung patah, luka gores di dada, rahang korban bergeser. Parahnya lagi,  bagian belakang kepala korban mengalami benturan.
Seorang saksi yang membawa dua korban ke RSUD Chasan Boesoirie menuturkan, tidak mengetahui persis kecelakaan tersebut. Secara kebetulan ia melintas di jalan melihat kedua korban serta sepeda motornya tergeletak di tortoar. “Saat kami mengangkat kedua korban, satu korban yang bernama Sandi dalam keadaan sadar dan meminta bantuan menghubungi keluarganya,” ujarnya.
Setelah menolong kedua korban, baru dilaporkan ke Polsek Ternate Selatan langsung ke Tempat Kejadian Perkara (TKP). Melihat kondisi keduanya dalam kondisi parah, langsung dibawa ke RSUD mengunakan mobil patroli. Tim medis IGD RSUD Cahasan Boesoirie sudah berupaya maksimal, namun nyawa Reza tak tertolong. Reza yang masih tercatat siswa kelas I SMA Negeri 2 Ternate itu menghembuskan nafas terakhirnya tepat pukul 04.40 WIT, diduga pembuluh darah pecah akibat benturan keras.
Sementara Sandi Ruslan Dae, siswa di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) 4 Kota Ternate mendapat perawatan intensif.  Jenazah Reza telah dibawa keluarganya untuk disemayamkan di kampung halaman, sementara Sandi masih mendapat perawatan intensif tim medis RSUD. (zs)
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »