Survey IDM, Harisma Unggul di Tikep

Diposting oleh On Thursday, December 03, 2015 with No comments


(ilustrasi)

TERNATE-Sesuai survey Lembaga Survey dan kajian politik "Indonesia Development Monitoring (IDM), menempatkan pasangan calon walikota dan wakil walikota Tidore Kepulauan nomor urut 1 Drs. Hamid Muhammad-Abdurrahim Saraha SH, (HARISMA) memiliki elektabilitas tertinggi dengan persentase 33,96% di susul pasangan calon nomor urut  3 Ali Ibrahim-Muhammad Senen SE (AMAN) 29,58%  dan Pasangan calon nomor urut 2 M. Hasan Bay-Mochtar Sangaji (FOMARIMOI) memiliki tingkat keterpilihan 27,61%. Sementara 8,85% responden belum tau pilihannya (swing voters).
Direktur IDM), Sutisna mengungkapkan, sesuai survey dan analisis data melalui jajak pendapat Pemilukada di Maluku Utara dalam pilkada serentak yang digelar di 6 kabupaten dan 2 kota pada tanggal 24-29 November 2015. Sutisna menyebutkan, jika pemilihan dilakukan tanggal 1 desember 2015 berdasarkan angka persentase tingkat keterpilihan, maka dipastikan pasangan calon walikota dan wakil walikota nomor urut 1 Drs. Hamid Muhammad-Abdurrahim Saraha SH (HARISMA)  menang pilkada serentak di Kota Tidore Kepulauan.
Tingginya angka persentase keterpilihan bagi calon perseorangan (independent) di wilayah itu karena factor kepercayaan masyarakat Tidore kepulauan terhadap partai politik yang cendrung menurun.  Hal ini disebabkan karena perilaku politisi partai politik yang tidak disukai masyarakat. Selain itu, factor lain yang ikut berpengaruh yakni isu-isu negative di tujukan pada kepribadian pasangan calon nomor urut  2 dan 3 itu. 
Dijelaskan, yang menjadi populasi dalam survey iniyakni seluruh warga negara yang berdomisili di Kota Tidore Kepulauan dan mempunyai hak pilih dalam pemilihan umum. IDM hanya menetapkan 2000 orang yang tersebar di 89 kelurahan dan desa sebagai sampel, tetapi yang berhasil dianalisa hanya 1988 sample. Pemilihan sample menggunakan metode multistage random sampling dengan tingkat margin error 2,9%.
Responden yang terpilih lanjutnya, kemudian diwawancarai secara tatap muka oleh pewawancara yang telah dilatih. Kualitas kontrol terhadap hasil wawancara dilakukan secara random sebesar 42% dari total sampel oleh supervisor, yakni kembali mendatangi responden terpilih (spot check). Dalam kualitas kontrol tersebut tidak ditemukan kesalahan berarti. (rdx)
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »