![]() |
| (ilustrasi) |
TERNATE-Dua siswa SMPN 3
Ternate korban kebakaran Fitu yakni Aryanto Badaruddin, kelas VIII/A dan Arsandi Aly kelas VIII/F, Kamis (3/12) ikut
ujian semester ganjil tahun 2015 tanpa menggunakan pakaian seragam. Sebab
pakaian seragam mereka terbakar saat kejadian kebakaran rumah RT.07 lingkungan
Fitu Puncak, kelurahan Fitu, kota Ternate Selatan, Rabu malam lalu.
Dalam kejadian itu,
seluruh barang dalam rumah ludes terbakar, termasuk pakaian seragam mereka.
Wakil Kepala Sekolah bidang kurikulum SMPN 3, Makmur Arsad bersama dewan guru
menempuh kebijakan tetap mengikutkan semester dua siswa tersebut. Meski selama
ujian semester berlangsung, keduanya terkesan minder karena tak menggunakan
seragam.
Mereka menggunakan
kaos loreng dan kaos oblong karena memang hanya itu yang mereka dimiliki.
Tetapi mereka tetap diberikan kesempatan mengikuti ujian semester ganjil, hanya
saja mereka melaksanakan ujian diruang wakasek kurikulum dengan satu guru
pengawas. “Kami malu bergabung dengan teman-teman karena tidak menggunakan
seragam, tapi kami berusaha datang, ternyata kami diizinkan ikut semester,” ujar Aryanto.
Langkah itu
dilakukan karena khawatir tidak naik kelas, akhirnya keduanya meminta izin
guru-guru mengikuti semester meski tak berseragam. Mereka mengungkapkan, telah
dijanjikan orang tua mereka akan dibelikan pakaian seragam, asalkan tetap
bersekolah.
Wakasek kurikulum
SMPN 3 Ternate, Makmur Arsad,Sa.g, M.pd kepada media ini mengatakan, kejadian
yang menimpa dua siswanya merupakan bencana, bukan faktor kesengajaan, sehingga
pihak sekolah tetap mengikutsertakan mereka dalam proses mengajar mengajar
hingga ujian semester ganjil selesai.
Makmur berharap,
kejadian ini supaya menjadi perhatian pemerintah, dan pihak sekolah tetap
memberikan motivasi untuk tetap sekolah. Meski tanpa berseragam, dua siswa
tetap diikutkan belajar. Bahkan para guru SMPN 3 mengumpulkan bantuan untuk
membantu keduanya untuk membeli pakaian seragam. (can)
