LABUHA-Kantor
Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP)
Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) yang terletak di desa Mandaong Kecamatan Bacan Selatan,
Selasa (22/12) dini hari terbakar. Kebakaran kantor
pimpinan Megawati Soekarnoputri diduga dibakar orang tak dikenal (OTK) kemungkinan terkait
dengan hasil Pilkada Halmahera Selatan yang dimenang pasangan koalisi PDIP,
PKB, Nasdem dan PKPI.
Data
yang dihimpun dilokasi kejadian, peristiwa kebakaran yang menghanguskan seluruh
isi kantor PDIP itu terjadi sekitar pukul 02:00
wit dini hari. Ali salah satu saksi mata
mengatakan, sekitar pukul 02:00
wit Ia terbangun karena lampu dalam rumahnya padam. Ali kagek saat melihat
kobaran api menghanguskan kantor PDIP yang bersebelahan dengan rumahnya.
Melihat api meluas,
Ali
membangunkan keluarganya sambil berlari keluar rumah
berteriak memanggil meminta tolong warga
sekitar. Mengetahui peristiwa itu, Ali bersama warga berusaha memadamkan api.
Akhirnya dibantu warga sekitar, mereka pun berusaha memadamkan api yang terus
menjalar ke seluruh isi ruangan kantor. Kobaran
api dapat dipadamkan dan tidak menjalar hingga ke rumah-rumah yang berdekatan, menyusul setelah petugas pemadam kebakaran
tiba dilokasi kejadian satu jam kemudian baru api dipadamkan.
Menurut
Ali, sekitar satu jam sebelum kejadian, ada
dua orang tak dikenal berhenti depan depot bensin miliknya sambil menanyakan
stok bensin. “Meraka berteriak tanya luar
ada minyak atau tidak. Kita kasih
tahu minyak
habis dan mereka langsung
pergi sambil berteriak bohong ada
minyak dibilang tidak ada,” tuturnya. Selang satu jam kemudian terjadi peristiwa
kebakaran tersebut.
Kabag
Ops Polres Halsel AKP Subroto dikonfirmasi mengatakan, polisi sementara masih
melakukan penyelidikan atas peristiwa terbakarnya kantor PDIP. Anggota Polres
Halsel sudah turun melakukan olah
TKP dan lokasi kebakaran sudah dipasangan polis line. Sejauh ini penyebab
kebakaran belum dipastikan namun, dugaan sementara penyebab kebakaran akibat
terjadi kosleting arus listrik. “Tapi
sudah dilakukan olah TKP dan
rencana akan dikirim ke laboratorium forensic (labfor) Makassar untuk ditelitik
lebih jauh,” tandasnya.
Pihaknya menegaskan Polres Halsel akan menyelidikinya hingga tuntas. (wan)