Gawat, Uang Kas Pemprov Tinggal Rp. 3 Miliar

Diposting oleh On Wednesday, December 30, 2015

(ilustrasi)
SOFIFI-Pemerintah provinsi Maluku Utara kehabisan anggaran. Di penghujung tahun 2015, uang kas Pemprov tinggal Rp. 3 miliar, akibatnya hutang pihak ketiga yang sudah menyelesaikan proyek pekerjaan tahun anggaran 2015 tidak bisa dibayar. Tak hanya itu, dana tranfer bagi hasil dari pemerintah pusat hingga akhir tahun tak kunjung diterima. Masalah ini terungkap saat rapat komisi II DPRD Malut dengan Biro Keuangan. Anggota Komisi II DPRD Maluku Utara Iskandar Idrus menyebutkan, pengakuan Biro Keuangan yang disampaikan Kabag Perbendaharaan Agung, sisa anggaran Kasda saat ini tinggal Rp.3 miliar, sehingga hutang pihak ketiga tak bisa dibayar.
Alasannya, keterlambatan dana tranfer dari pusat, yang hingga memasuki triwulan terakhir belum diterima Pemprov Malut. Padahal dana tranfer digunakan untuk membayar hutang pihak ketiga. “Potensi dana tranfer dari pusat yang menjadi hak Maluku Utara masih sekitar Rp.22 miliar,” ujar Agung sebagaimana dituturkan Iskandar.

Dikatakan, potensi sektor Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang disampaikan Sekertaris Dispenda Provinsi, ada beberapa potensi pendapatan hingga akhir tahun 2015, masih bisa masuk sampai pada angka lebih dari Rp.50 miliar. Kalaupun angka sebesar itu tercapai pada akhir tahun, pihak ketiga pemegang proyek, sudah dapat mengajukan permohonan pembayaran. "Kehabisan uang Kasda lantaran keterlabatan dana tranfer dari pusat, kemudian postur APBD Malut yang masih menanggung beban hutang bawaan dari tahun 2014  yang selalu terbawa dari tahun ke tahun," ungkapnya via telepon Selasa (29/12).
Menurut Idrus, sekalipun dana tranfer bagi hasil masuk maupun dari PAD tak bisa membendung berpotensi hutang pihak ketiga yang tidak terbayar tahun ini. Bahkan terus terbawa tahun 2016, sehingga kegitan proyek pihak ketiga berpotisi dibayar tahun 2016. "Postur APBD Malut tetap menjadi hutang bawaan untuk menutupi beban satu dan lain hal," ungkapnya. Ia menambahkan, ada dua hal keterlambatan yakni, keterlabatan dana tranfer dari pusat dan hutang bawaan dari postur APBD Malut yang mempengaruhi anggaran 2015. "Ini akan menjadi hutang hingga di tahun 2016," tandasnya. (din)
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »