TERNATE-Dalam
merayakan hari jadinya Gerakan Mahasiswa Peduli Sosial (Gamhas) Maluku Utara
yang XIII yang jatuh pada
tanggal 23 desember 2015, telah mengelar dialong pendidikan dengan mengundang
kepala dinas pendidikan dan kebudayaan (Diknas)
pendidikan Kota Ternate Mohdar Din, Persatuan Guru Repoblik Indonesia (PGRI)
Kota Ternate Hadi Hairudin, akademisi Pendidikan Ade Ismail, Praktisi Pendidikan Isman Do Idris dan
pengawas pendidikan.
Dialong
yang bertempat di gedung Makugawene
kelurahan Ngade kota Ternate
Selatan, anggota
Gamhas Maluku Utara Hisbullah Muhlis usai membawakan mengatakan, Gamhas Maluku Utara telah
menawarkan ide dan gagasan agar Ternate dijadikan
Kota Pendidikan. Ide dasarnya menurut Hisbullah, budaya
literasi, Taman Baca, Mobil Cerdas
Keliling, Aplikasi Ternate Membaca, Memperhatikan Kesejahteran
Tenaga Pengajar, Pengutang Pelatihan tentang Pengajar, Peduli Guru Honorer dan
pelayanan Guru PNS, Sarana IT dan Pengawasan Penggunan, Kurikulum Lokal dan Semangat Belajar Agama, Membangun Rumah
Singgah dan Tunjangan Kemiskinan bagi
keluarga anak-anak jalanan.
Dia
menjelaskan, gagasan-gagasan
yang ditulis dan dituangkan dalam karya sederhana itu memberikan
ide bahwa Kota Ternate sudah layak menjadi
kota pendidikan. Sebab gagasan itu berasal dari
kajian-kajian, diskusi-diskusi dan advokasi-advokasi yang dilakukan anggota
Gamhas Malut memang benar sehingga ingin
mendorong semangat pendidikan dengan prinsip-prinsip
yang tidak bisa ditawar melalui iming-iming
modal dan kekuasan.
“Ada
harapan yang lahir dari
kelompok minoritas, semoga tahapan-tahapan semacam
ini dapat dilaksanakan pemerintah kota guna mengangkat derajat pendidikan kota
ternate yang selama ini masih
berada di garis belakang,
dan tentu dibantu semua pihak yang peduli terhadap dunia pendidikan. Gamhas
tidak main-main dalam menggagas
ide sederhana ini. Sejatinya
ingin mendorong posisi kota Ternate berada sejajar dengan kota-kota lain seperti Yogyakarta, Malang, Pangkalpinang,
Manggelang,” tandasnya. (srd)
