![]() |
| (ilustrasi) |
WEDA-Bendera negara rupanya
tak dihormati oleh kepala dan staf Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Kobe,
kecamatan Weda Tengah, kabupaten Halmahera Tengah. Bendera yang dimasa
penjajahan diperjuangkan dengan darah dan air mata itu, dikibarkan di halaman
depan psukesmas, entah sejak kapan hingga kini tak pernah diturunkan. Menyebabkan
warna bendera merah putih, merahnya telah pudar.
Ironisnya lagi, tali ikatan benderanya sudah
terputus diterpa angin, hujan dan panas tak ada seorang pun memperbaiki.
Mustafa, warga setempat mengaku, bendera yang dikibarkan jarang diturunkan
sampai berbulan-bulan, hingga warnanya pudar dan putus talinya. "Setahu
saya, bendera di halaman kantor Puskesmas Kobe jarang diturunkan sampai
berbulan-bulan,” tutur Mustafa.
Danramil Weda Kapten Inf. Yusuf Kadmaer menjelaskan,
peraturan pemasangan bendera merah putih sesuai pasal 7 UU nomor 24 tahun 2009
tentang bendera dijelaskan, pertama, pengibaran dan/atau pemasangan bendera
negara sebagaimana dimaksud dalam pasal 6 dilakukan pada waktu antara matahari
terbit hingga matahari terbenam.
Kedua, dalam keadaan tertentu pengibaran
dan/atau pemasangan bendera negara dapat dilakukan pada malam hari. Ketiga, bendera
negara wajib dikibarkan pada setiap peringatan hari kemerdekaan bangsa
Indonesia tanggal 17 Agustus oleh warga negara yang menguasai hak penggunaan
rumah, gedung atau kantor, satuan pendidikan, transportasi umum, dan
transportasi pribadi di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia dan
di kantor perwakilan Republik Indonesia di luar negeri.
Keempat, dalam rangka pengibaran bendera
negara di rumah sebagaimana dimaksud pada ayat (3), pemerintah daerah
memberikan bendera negara kepada warga negara Indonesia yang tidak mampu. Kelima,
selain pengibaran setiap tanggal 17 Agustus sebagaimana dimaksud pada ayat (3),
bendera negara dikibarkan pada waktu peringatan hari-hari besar nasional atau
peristiwa lain. Karena itu, Danramil
berjanji akan memanggil Kepala Puskesmas Kobe untuk dimintai keterangan terkait
dianggap entengnya serta diberlakukan bendera merah putih seperti pakaian di tali
jemuran. (din)
