WALI
Kota
Ternate, Idrus Assagaf, memanggil seorang camat dan tiga lurah yang dilaporkan
terlibat kegiatan politik. Mereka diduga mendukung salah satu pasangan calon
pada Pilkada serentak 9 Desember 2015. "Saya
telah memanggil oknum camat maupun lurah setelah menerima laporan dari
masyarakat atas keterlibatan sejumlah PNS dan pejabat di lingkup Pemkot Ternate
dalam tahapan Pilkada," kata Idrus Assagaf di Ternate, Jumat (20/11),
seperti dikutip Antara.
Tiga orang itu adalah
lurah Toboko, Mahmud Hi. Ibrahim, lurah Kalumata, Ariandi Arief dan lurah
Mangga Dua, Mochtar. Nama terakhir tak menghadiri panggilan. Sedangkan
camat yang dipanggil yakni Iksan Muhammad. Idrus
mengatakan, ketiga lurah dan camat yang dipanggil ini untuk memberikan
klarifikasi atas laporan yang diterima terkait netralitas PNS dalam
Plkada. "Sejumlah lurah juga bakal dipanggil
untuk diberikan peringatan terkait dengan netralitas dan ini sesuai dengan
laporan dari masyarakat dan berbagai sumber," tandasnya.
Dia memastikan, telah
meminta Panwaslu agar optimal dalam melakukan pengawasan terhadap oknum PNS
yang terlibat tahapan Pilkada. "Saya
mintakan Panwaslu optimal mengawasi oknum PNS yang terlibat tahapan Pilkada
sehingga tidak hanya terbatas laporan masyarakat," kata Idrus.
Dia juga mengimbau para kandidat agar jangan menjebak oknum PNS atau menyertakan mereka dalam berbagai kegiatan tahapan Pilkada. Begitu pun, informasi berkembang sejumlah SKPD berpartisipasi dalam tahapan Pilkada. "Panwaslu harus netral dan tegas sehingga siapa pun dia dalam kapasitasnya sebagai PNS bila terlibat politik praktis harus direkomendasikan Panwaslu untuk ditindak," tegas Idrus. (mtr)