TERNATE-Fakultas Pertanian
Universitas Khairun (Unkhair) Ternate bekerjasama Fakultas Sains dan Teknologi
Universitas Kebangsaan Malaysia (UKM) menggelar seminar serantau dengan thema ‘Sains
Guna untuk Mapan’ di lantai II gedung pertemuan Unkhair, Senin (3011). Untuk menambah
semarak, sebelum seminar mahasiswa mementaskan tarian soya-soya dihadapan tamu
negeri jiran itu.
Rektor
Universitas Khairun Ternate, Prof.Husen Alting kepada wartawan mengatakan, seminar serantau merupakan
realisasi Momerandum of Understanding (MoU) antara Unkhair dan UKM beberapa
waktu lalu. Salah satu tujuannya, memperluas beberapa fakultas. Sebagai tindaklanjut
MoU, saat ini tercatat sebanyak 17 mahasiswa fakultas pertanian dikirim magang selama
dua minggu di UKM Malaysia.
Hasil magang kemudian dikembangkan dalam bentuk seminar internasional
sekaligus penandatanganan MoU dengan beberapa fakultas yakni FKIP, fakultas
tekni, dan fakultas perikanan. MoU ini diharapkan ada kolaborasi riset, proses
belajar mengajar, seminar internasional maupun kegiatan yang berhubungan dengan
sains dan teknologi.
Rektor menjelaskan, hasil seminar internasional ini akan direview dan
dimasukkan dalam jurnal internasional yang berindeks kopus untuk
ditindaklanjuti. Husen mengungkapkan, kerjasama internasional tidak hanya
dengan universitas kebangsaan Malaysia, tetapi juga dengan beberapa universitas
ternama di ASEAN. Bahkan Ukhair sudah lama menjalani kerjasama dengan salah
satu universitas terkemuka di Cina. “Beberapa bulan lalu, universitas dari Cina
itu mengunjungi fakultas teknik Unkhair,” ujarnya.
Cen—panggilan akrab Husen Alting mengatakan, semua perguruan tinggi
memiliki spesifikasi dan keunggulan masing-masing, sebab itu Unkhair merespon
dan melakukan kerjasama internasional. Tahun-tahun mendatang katanya, magang
yang pernah dilakukan mahasiswa fakultas pertanian ke Malaysia akan dilakukan
jurusan-jurusan lain seperti Kimia, Biologi, Fisika dan Teknik. “Magang ke UKM Malaysia
akan dijadikan agenda tahun,” katanya.
Rombongan Universitas Kebangsaan Malaysia yang hadir dalam seminar internasional
serantau ini sebanyak 14 orang. Jumlah ini, 9 diantaranya profesor, 2 doktor
dan 3 dosen biasa. Husen mengaku, seminar ini bukan akhir dari kerjasama, namun
hasil semua makalah dalam seminar ini akan disampaikan di planerisetion maupun
pleno masing-masing kelompok untuk revieu dimuat di jurnal internasional.
Keuntungan
yang diperoleh menurut Husen, memberikan ruang bagi dosen Ukhair melakukan
presentasi hasil riset mereka untuk dimuat dalam jurnal internasional
Universitas Kebangsaan Malaysia yang telah memiliki indeks kopus. Diakuinya,
memang banyak jurnal internasional, namun yang berindeks kopus sangat sedikit. “Universitas
Kebangsaan Malaysia telah memiliki itu,” tandas Husen. (can)
