![]() |
| Gempa di Jailolo, Halmahera Barat (ilustrasi) |
SOFIFI-Pemerintah Provinsi Maluku Utara
melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Sosial, langsung
mengambil reaksi cepat pasca musibah gempa bumi yang terjadi di Jailolo,
Kabupaten Halmahera Barat dengan mendistribusikan bantuan bahan makanan. Stok
bahan makanan yang terdiri dari mie instan, beras dan air mineral ini, mulai
didistribusikan melalui Kapal Ferry rute Ternate-Jailolo
kemari.
Dari BPBD mendistribusikan 500 dus mie instan, dan 400
dus air mineral dalam kemasan, sedangkan dari Dinsos mendistribusikan dua ton
beras, dan 250 dus mie instan. Selain itu juga Dinsos Malut juga memberikan
bantuan 220 unit tenda kecil untuk warga yang mengungsi. "Kita dari pihak
provinsi hanya dampingi kabupaten, jadi bantuan tersebut kita berikan ke BPBD
Kabupaten Halbar, tinggal mereka mengatur distribusi bantuan tersebut kepada
korban gempa," jelas Ridwan Saban, Kepala BPBD Maluku Utara, Senin
(23/11).
Sementara itu, mengenai rumah warga yang mengalami
kerusakan akibat guncangan gempa beruntun ini, kata Ridwan, masih dilakukan
pendataan oleh pihaknya. Dan dari data yang telah tercover hingga sore kemarin
200 lebih rumah. Baik yang mengalami rusak berat, sedang dan ringan.
"Itu nanti kita koordinasi dulu, setelah selesai
tanggap darurat kita lakukan akurat data dan kita koordinasi dengan kabupaten.
Dan kalau kabupaten sudah mampu menganggarkan seluruh biaya perbaikan maka kita
sudah tidak anggarkan lagi, tapi kalau masih kurang maka kita siap
membantu," jelasnya, seraya menambahkan kemarin, oleh BMKG juga mulai
melakukan pemasangan alat pendeteksi gempa di desa Bobanehena.
Terpisah, Kepala Dinsos Maluku Utara Muhammad Ismail
mengatakan bantuan bahan makanan yang di distribusikan pihaknya ini, diserahkan
langsung kepada warga yang terkena dampak bencana. Ia menjelaskan selain
memberikan bantuan bahan makanan dan tenda pengungsi, pihaknya juga siap
memberikan bantuan lain yang dibutuhkan oleh pengungsi, bila permintaan bantuan
tersebut tidak dapat ditanggulangi oleh Dinsos Kabupaten Halbar."Kami juga
menunggu laporan dari Dinsos Halbar, baru kami tindak-lanjuti dari
bantuan-bantuan yang lain, jadi kami dari provinsi prinsipnya siap membantu
segala kebutuhan yang dibutuhkan," katanya.
Selain itu lanjut dia, pihaknya juga akan berupaya
menganggarkan bantuan untuk perbaikan rumah warga yang mengalami kerusakan
akibat musibah gempa ini, di APBD 2016.
"Rumah rusak yang sementara kita cover itu ada
300 rumah lebih, dan itu dalam kategori rumah rusak berat, sedang dan ringan.
Tapi untuk jumlah pengungsi itu sampai sekarang belum kami dapat datanya, tapi
kami akan upayakan di 2016 nanti akan diberikan bantuan bagi masyarakat yang
rumahnya rusak, berat dan sedang, nanti saya akan upayakan laporan ke pusat,
dan kita akan berkoordinasi ke TAPD dan Banggar DPR Provinsi. Mudah-mudahan
juga ada dari APBN, karena dari Kemensos juga ada turun dilapangan," paparnya.
Selain itu, dia juga mengeluhkan lambannya pihak Pemerintah Kabupaten
Halbar, dalam hal pendataan korban dan kerusakan. Sebab, hingga dengan kemarin,
pasca gempa yang mengakibatkan banyaknya kerusakan ini, belum ada data akurat
secara resmi dari Pemerintah Kabupaten Halbar yang diperoleh pihaknya.
"Kabupaten dorang lambat sekali bikin laporan, tapi sampai detik ini
torang belum dapat laporan resmi," keluhnya. (din)
