Pemprov Malut Distribusi Bantuan Korban Gembar Halbar

Diposting oleh On Tuesday, November 24, 2015



Gempa di Jailolo, Halmahera Barat (ilustrasi)

SOFIFI-Pemerintah Provinsi Maluku Utara melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Sosial, langsung mengambil reaksi cepat pasca musibah gempa bumi yang terjadi di Jailolo, Kabupaten Halmahera Barat dengan mendistribusikan bantuan bahan makanan. Stok bahan makanan yang terdiri dari mie instan, beras dan air mineral ini, mulai didistribusikan melalui Kapal Ferry rute Ternate-Jailolo kemari.
Dari BPBD mendistribusikan 500 dus mie instan, dan 400 dus air mineral dalam kemasan, sedangkan dari Dinsos mendistribusikan dua ton beras, dan 250 dus mie instan. Selain itu juga Dinsos Malut juga memberikan bantuan 220 unit tenda kecil untuk warga yang mengungsi. "Kita dari pihak provinsi hanya dampingi kabupaten, jadi bantuan tersebut kita berikan ke BPBD Kabupaten Halbar, tinggal mereka mengatur distribusi bantuan tersebut kepada korban gempa," jelas Ridwan Saban, Kepala BPBD Maluku Utara, Senin (23/11).
Sementara itu, mengenai rumah warga yang mengalami kerusakan akibat guncangan gempa beruntun ini, kata Ridwan, masih dilakukan pendataan oleh pihaknya. Dan dari data yang telah tercover hingga sore kemarin 200 lebih rumah. Baik yang mengalami rusak berat, sedang dan ringan.

"Itu nanti kita koordinasi dulu, setelah selesai tanggap darurat kita lakukan akurat data dan kita koordinasi dengan kabupaten. Dan kalau kabupaten sudah mampu menganggarkan seluruh biaya perbaikan maka kita sudah tidak anggarkan lagi, tapi kalau masih kurang maka kita siap membantu," jelasnya, seraya menambahkan kemarin, oleh BMKG juga mulai melakukan pemasangan alat pendeteksi gempa di desa Bobanehena.
Terpisah, Kepala Dinsos Maluku Utara Muhammad Ismail mengatakan bantuan bahan makanan yang di distribusikan pihaknya ini, diserahkan langsung kepada warga yang terkena dampak bencana. Ia menjelaskan selain memberikan bantuan bahan makanan dan tenda pengungsi, pihaknya juga siap memberikan bantuan lain yang dibutuhkan oleh pengungsi, bila permintaan bantuan tersebut tidak dapat ditanggulangi oleh Dinsos Kabupaten Halbar."Kami juga menunggu laporan dari Dinsos Halbar, baru kami tindak-lanjuti dari bantuan-bantuan yang lain, jadi kami dari provinsi prinsipnya siap membantu segala kebutuhan yang dibutuhkan," katanya.
Selain itu lanjut dia, pihaknya juga akan berupaya menganggarkan bantuan untuk perbaikan rumah warga yang mengalami kerusakan akibat musibah gempa ini, di APBD 2016.
"Rumah rusak yang sementara kita cover itu ada 300 rumah lebih, dan itu dalam kategori rumah rusak berat, sedang dan ringan. Tapi untuk jumlah pengungsi itu sampai sekarang belum kami dapat datanya, tapi kami akan upayakan di 2016 nanti akan diberikan bantuan bagi masyarakat yang rumahnya rusak, berat dan sedang, nanti saya akan upayakan laporan ke pusat, dan kita akan berkoordinasi ke TAPD dan Banggar DPR Provinsi. Mudah-mudahan juga ada dari APBN, karena dari Kemensos juga ada turun dilapangan," paparnya.
Selain itu, dia juga mengeluhkan lambannya pihak Pemerintah Kabupaten Halbar, dalam hal pendataan korban dan kerusakan. Sebab, hingga dengan kemarin, pasca gempa yang mengakibatkan banyaknya kerusakan ini, belum ada data akurat secara resmi dari Pemerintah Kabupaten Halbar yang diperoleh pihaknya. "Kabupaten dorang lambat sekali bikin laporan, tapi sampai detik ini torang belum dapat laporan resmi," keluhnya. (din)
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »