Nurbaiti Sebut Tak Tahu Keuangan Proyek

Diposting oleh On Tuesday, November 24, 2015



TERNATE-Kepala Dinas Kesehatan Kota Ternate Nurbaiti Rajabesy mengaku, ia tidak mengetahui keuangan terkait pembangunan kantor Dinas Kesehatan yang dibangun tahun 2014. Yang mengetahui tentang temuan Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) RI Perwakilan Maluku Utara adalah bagian Pemerintahan Kota Ternate
“Yang paling mengetahui pembangunan kantor Dinkes adalah bagian Pemerintahan Setda Kota Ternate, karena anggaran pembangunan bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) melalui bagian Pemerintahan. Dinas Kesehatan hanya memberikan rancangan pembangunan untuk dikerjakan. Masalah keuangan dan lain-lain kita tidak tahu sehingga kami tidak bisa menjelaskan tentang temuan BPK,” jelas Nurbaiti, Senin (23/11).  

Sesuai hasil temuan BPK, ditemukan indikasi korupsi pembangunan Kantor Dinas Kesehatan Kota Ternate. Laporan BPK RI Maluku Utara menyebutkan, pembangunan kantor Dinas Kesehatan tahun anggaran 2014 senilai Rp21.621.049.000 mengalami kekurangan volume pembangunan menyebabkan kerugian keuangan daerah senilai Rp524.442.603.79. Bahkan menurut laporan BPK, Sekertariat Daerah Kota Ternate menganggarkan belanja modal sebesar Rp.21.621.049.000 dan telah terealisasi sebesar Rp13.073.888.500 atau 60, 47 persen dari penyediaan anggaran.
Reaslisasi tersebut, sebesar Rp4.808.700.000 telah direalisasi pembangunan Kantor Dinas Kesehatan. Mekenisme pengadaan pekerjaan tersebut dilakukan dengan sistem pelelangan, dimana PT PSP sebagai pemenang lelang melaksanakan pekerjaan berdasarkan SKP nomor : 641/03/KONTRAK-PRASEM/2014 tanggal 11 September 2014 senilai Rp4.808.700.000.  Sementara jangka waktu pelaksanaan pekerjaan selama 100 hari kalender sejak dikeluarkan SPMK tanggal 11 September hingga 19 Desember 2014 dengan masa pemeliharaan 180 hari kalender.
Berdasarkan hasil pemeriksaan atas dokumen pembayaran, pekerjaan tersebut telah dibayarkan sebesar Rp961.740.000.00 melalui SP2D nomor: 06123/SP2D/I.20.03/2014 tanggal 18 September 2014. Dari hasil pemeriksaan di lapangan 12 November oleh BPK bersama Sekertariat Daerah Kota Ternate, terdapat kekurangan volume fisik sebesar Rp524.442.603.79 dengan rincian perhitungan pada lampiran 3.
Sementara itu, DPRD Ternate maupun Inspektorat Kota Ternate menanggapi temuan BPK indikasi korupsi pembangunan gedung kantor Dinas Kesehatan (Dinkes) Ternate tahun 2014. Hasil pemeriksaan diketahui terjadi kekurangan volume pembangunan kantor Dinas Kesehatan senilai Rp21.621.049.000 yang menyebabkan kerugian keuangan daerah sebesar Rp 524.442.603,97.
Anggota komisi III DPRD Kota Ternate, Muhajirin Bailussy menyatakan, masalah ini harus ditanyakan langsung kepada Dinas Kesehatan atau Inspektor Pemerintan apakah sudah ditindaklanjuti atau belum. “Pengembalian kerugian daerah akibat kekurangan volume sudah dikembalikan atau belum. Ini yang diflow-up ke mereka,” katanya menjawab Seputar Malut di kantin DPRD Kota Ternate, Senin (23/11) kemarin.
Ketua Banleg DPRD Mohdar justeru balik bertanya, apakah Kota Ternate pada tahun 2015 mendapat opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) bila belum ditindaklanjuti. Sementara Inspektur Kota Ternate, M. Taufik Djauhar dikonfirmasi menjelaskan, pembangunan gedung kantor Dinkes dibiayai Dana Alokasi Khsus (DAK) Pemerintahan Setda Kota Ternate senilai Rp 21.621.049.000. “BPK melakukan pemeriksaan di lapangan pada bulan Oktober-November 2014, sementara masa kontrak pembangunan gedung kantor Dinas Kesehatan berakhir pada Desember 2014,” jelasnya.
Karena itu, Taufik mengatakan, BPK meminta untuk membuat rekomendasi adendum kontrak, setelah menerima rekomendasi tersebut kemudian Inspektorat meneliti dan lakukan verikasi kontrak dilapangan. “Sekitar dua bulan sudah dilakukan penambahan volume, sehingga yang ditindaklanjuti Rp85 juta lebih atau tidak sebesar Rp524.442.603, 97. Sudah tindaklanjuti Rp85 juta lebih,” katanya sambil menunjuk bukti. Taufik menegaskan, kalau pun belum ditindaklanjuti tak mungkin Kota Ternate mendapat opini BPK Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) pada tahun 2015. “Sudah ditindaklanjuti hasil temuan itu,” tandasnya. (dbs)
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »