![]() |
| TNI Gadungan (ilustrasi) |
TERNATE-Seorang pria nekad berbohong dengan mengaku sebagai anggota TNI AD demi mendapatkan wanita
cantik. Kedok Jubair alias Iki (23), warga lingkungan Ake Boca, Kelurahan Soa Ternate Utara, itu pun terbongkar oleh sekian perempuan yang dipacarinya. Alih-alih
diterima sang pujaan hati, dia malah babak belur dihajar massa dan ditangkap
anggota Polsek Pulau Ternate pada Minggu 22 November 2015 sekira pukul 23.30 WIT lantaran mengaku sebagai anggota TNI AD.
Jubair yang kesehariannya berprofesi
sebagai tukang ojek memanfaat seragam loreng guna
mengikat hati perempuan cantik. Kedok seragam loreng palsu itu terbongkar
setelah sekian banyak perempuan dipacarinya,
salah satunya kini berbadan dua.
Kapolsek Pulau Ternate Iptu Jamaluddin membanarkan hal tersebut. Ia mengisahkan Jubair mengaku sebagai anggota TNI AD kepada beberapa perempuan dipacarinya.
Salah satu di anatara pacarnya berinisial MY (23), warga
Kelurahan Jambula telah berbadan dua. MY hamil sudah 7 bulan. Kedoknya terbongkar setelah keluarga MY
membuntutinya.
"Yang nama Jubair ini kalau mau
dibilang penjahat kelamin mungkin. Karena dia pacaran sana-sini dengan
anak-anak mahasiswi. Tapi dia mengaku kepada
target bahwa dia anggota tentara. Satu sudah hamil disini (Jambula). Kemudian dia diperogoki menggarap perempuan di kos-kosan (Sasa) masih tetap dengan
perempuan dia anggota tentara. Kemudian karena ada satu korban
sudah hamil, Jubair didatangai keluarga perempuan dan terbongkar kedoknya," kisah Kapolsek.
Ia mengemukakan, setelah
pihaknya mengamankan Jubair dan menurut
sejumlah saksi sekaligus korban hamil, yang bersngkutan mangaku sebagai anggota
tentara. Namun pihaknya belum dapat menjastis bahwa dia tentara gadungan. Sebab
hal ini bisa masuk unsur apabila ditemukannya beberapa forum berupa pakaian
kemudian identitas berupa kartu anggota atau selembar kertas dan sejenisnya
dari tangan tentara palsu itu.
"Memang disatu
sisi kita baru dapat pengakuan sejumlah korban. Tapi itu kan
statusnya saksi. Baru satu alat bukti. Karena kalau berdasarkan hukum suatu
tindak pidana itu dapat diproses, apabila minimal
dua alat bukti. Sekarang kita baru dapat saksi. Kalau kita katakan dia tentara gadungan, takutnya ada yang keberatan
bahwa dikatakan gadungan buktinya apa? Kalau
hanya pengakuan saja otomatis, kalau
di pengadilan nanti pelaku mengatakan itu berarti kita kewalahan. Memang saksi
banyak, namun statusnya baru satu alat bukti," jelas Kapolsek lagi.
Lanjut Jamaluddin, setelah diinterogasi terungkap bahwa
bersngkutan berprofesi sebagai tukang ojek. Ia menjelaskan
insiden hingga Jubair dihajar massa lantaran Minggu malam sejumlah
warga Sasa sudah menaruh curiga dan kemudian naik pitam
lantaran mengetahui identitasnya sebenarnya.
"Jadi menurut perempuan-perempuan cantik yang dia pacarin itu dan akhirnya dia
dihakimi massa, akhirnya dia kita amankan.
Kemudian kita datangi perempuan yang sudah
hamil ini.
Karena yang terikat statusnya adalah perempuan hamil. Jadi
pengakuan perempuan sudah hamil bahwa
karena dia sudah menipunya. Saya juga tidak mau
lagi dengan dia. Saya minta nikah saja yang penting anak yang ada dalam
kandungan sah. Jadi putusannya tunggu bapaknya dari Moti,
besok (hari ini) kita pertemukan untuk menyelesaikan persoalan ini
(hamil)," aku Kapolsek.
Lanjut
Kapolsek, terkait pengakuan Jubair selaku tentara, pihaknya
masih melakukan pengembangan untuk mengungkap gadungannya itu. "Sambil jalan kita monitor, sudah ada anggota
ditugaskan. Minimal dapat satu alat bukti sebagai identitas atau forum agar kita bisa proses. Dia memang sudah lama dicari-cari
keluarga MY. Setelah dia
menghindar, ternyata dia pacaran lagi di Keluragan Sasa.
Jadi untuk sementara kita pulangkan, dia harus koordinasi dengan pihak
keluarganya, bagaimana langkah seperti apa. Karena kita harus
selamatkan MY. Masalah pengakuan dia sebagai tentara
kita terus kembangkan,"
pungkasnya.
Tentara gadungan tersebut belum dilakukan penahanan oleh Polsek Pulau Ternate, keberadaannya
terus dipantau pihak kepolisian bahkan hingga
tim intelijen TNI. "Kita terus pantau gerak-gerik
dia
untuk memastikan kalau dia gadungan. Ada Intel
kita juga dan Intel TNI," ketus Jamaludin
lagi.
Kapenrem 152/Babullah Mayor
Inf Anang Setyoadi dikonfirmasi menegaskan, setelah
mendapat laporan , pihaknya melalui tim Intelijen melakukan pengecekan bersangkuan.
"Kita terima laporan, sementara Intel kita lagi mencari tahu," tegas Anang
singkat.
Informasi
yang dihimpun menyebutkan, Jubair menghamili MY (23), tercatat sebagai
salah satu mahasiswa Fakultas
Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Khairun. Ia juga mengaku sebagai anggota TNI
pindahan dari Malang ke Koramil Pulau Ternate. Lantas kedoknya terbongkar, dia
dihajar warga Sasa pada Minggu (22/11) kemudian
diserahkan
ke Polsek Pulau unruk penyelidikan. Sebab MY
berdomisili Kelurahan Jambula, sehingga penanganan kasus itu ditangani Polsek Pulau. Sementara motor milik Jubair
diamankan Babinsa Sasa. (zs)
