TNI Gadungan Hamili Mahasiswi

Diposting oleh On Tuesday, November 24, 2015


TNI Gadungan (ilustrasi)

TERNATE-Seorang pria nekad berbohong dengan mengaku sebagai anggota TNI AD demi mendapatkan wanita cantik. Kedok Jubair alias Iki (23), warga lingkungan Ake Boca, Kelurahan Soa Ternate Utara, itu pun terbongkar oleh sekian perempuan yang dipacarinya. Alih-alih diterima sang pujaan hati, dia malah babak belur dihajar massa dan ditangkap anggota Polsek Pulau Ternate pada Minggu 22 November 2015 sekira pukul 23.30 WIT lantaran mengaku sebagai anggota TNI AD.
Jubair yang kesehariannya berprofesi sebagai tukang ojek memanfaat seragam loreng guna mengikat hati perempuan cantik. Kedok seragam loreng palsu itu terbongkar setelah sekian banyak perempuan dipacarinya, salah satunya kini berbadan dua.
Kapolsek Pulau Ternate Iptu Jamaluddin membanarkan hal tersebut. Ia mengisahkan Jubair mengaku sebagai anggota TNI AD kepada beberapa perempuan dipacarinya. Salah satu di anatara pacarnya berinisial MY (23), warga Kelurahan Jambula telah berbadan dua. MY hamil sudah 7 bulan. Kedoknya terbongkar setelah keluarga MY membuntutinya.

"Yang nama Jubair ini kalau mau dibilang penjahat kelamin mungkin. Karena dia pacaran sana-sini dengan anak-anak mahasiswi. Tapi dia mengaku kepada target bahwa dia anggota tentara. Satu sudah hamil disini (Jambula). Kemudian dia diperogoki menggarap perempuan di kos-kosan (Sasa) masih tetap dengan perempuan dia anggota tentara. Kemudian karena ada satu korban sudah hamil, Jubair didatangai keluarga perempuan dan terbongkar kedoknya," kisah Kapolsek.
Ia mengemukakan, setelah pihaknya mengamankan Jubair dan menurut sejumlah saksi sekaligus korban hamil, yang bersngkutan mangaku sebagai anggota tentara. Namun pihaknya belum dapat menjastis bahwa dia tentara gadungan. Sebab hal ini bisa masuk unsur apabila ditemukannya beberapa forum berupa pakaian kemudian identitas berupa kartu anggota atau selembar kertas dan sejenisnya dari tangan tentara palsu itu.
"Memang disatu sisi kita baru dapat pengakuan sejumlah korban. Tapi itu kan statusnya saksi. Baru satu alat bukti. Karena kalau berdasarkan hukum suatu tindak pidana itu dapat diproses, apabila minimal dua alat bukti. Sekarang kita baru dapat saksi. Kalau kita katakan dia tentara gadungan, takutnya ada yang keberatan bahwa dikatakan gadungan buktinya apa? Kalau hanya pengakuan saja otomatis, kalau di pengadilan nanti pelaku mengatakan itu berarti kita kewalahan. Memang saksi banyak, namun statusnya baru satu alat bukti," jelas Kapolsek lagi.
Lanjut Jamaluddin, setelah diinterogasi terungkap bahwa bersngkutan berprofesi sebagai tukang ojek. Ia menjelaskan insiden hingga Jubair dihajar massa lantaran Minggu malam sejumlah warga Sasa sudah menaruh curiga dan kemudian naik pitam lantaran mengetahui identitasnya sebenarnya.
"Jadi menurut perempuan-perempuan cantik yang dia pacarin itu dan akhirnya dia dihakimi massa, akhirnya dia kita amankan. Kemudian kita datangi perempuan yang sudah hamil ini. Karena yang terikat statusnya adalah perempuan hamil. Jadi pengakuan perempuan sudah hamil bahwa karena dia sudah menipunya. Saya juga tidak mau lagi dengan dia. Saya minta nikah saja yang penting anak yang ada dalam kandungan sah. Jadi putusannya tunggu bapaknya dari Moti, besok (hari ini) kita pertemukan untuk menyelesaikan persoalan ini (hamil)," aku Kapolsek.
Lanjut Kapolsek, terkait pengakuan Jubair selaku tentara, pihaknya masih melakukan pengembangan untuk mengungkap gadungannya itu. "Sambil jalan kita monitor, sudah ada anggota ditugaskan. Minimal dapat satu alat bukti sebagai identitas atau forum agar kita bisa proses. Dia memang sudah lama dicari-cari keluarga MY.  Setelah dia menghindar, ternyata dia pacaran lagi di Keluragan Sasa. Jadi untuk sementara kita pulangkan, dia harus koordinasi dengan pihak keluarganya, bagaimana langkah seperti apa. Karena kita harus selamatkan MY. Masalah pengakuan dia sebagai tentara kita terus kembangkan," pungkasnya.
Tentara gadungan tersebut belum dilakukan penahanan oleh Polsek Pulau Ternate, keberadaannya terus dipantau pihak kepolisian bahkan hingga tim intelijen TNI. "Kita terus pantau gerak-gerik dia untuk memastikan kalau dia gadungan. Ada Intel kita juga dan Intel TNI," ketus Jamaludin lagi.
Kapenrem 152/Babullah Mayor Inf Anang Setyoadi dikonfirmasi menegaskan, setelah mendapat laporan , pihaknya melalui tim Intelijen melakukan pengecekan bersangkuan. "Kita terima laporan, sementara Intel kita lagi mencari tahu," tegas Anang singkat.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, Jubair menghamili MY  (23), tercatat sebagai salah satu mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Khairun. Ia juga mengaku sebagai anggota TNI pindahan dari Malang ke Koramil Pulau Ternate. Lantas kedoknya terbongkar, dia dihajar warga Sasa pada Minggu (22/11) kemudian diserahkan ke Polsek Pulau unruk penyelidikan. Sebab MY berdomisili Kelurahan Jambula, sehingga penanganan kasus itu ditangani Polsek Pulau. Sementara motor milik Jubair diamankan Babinsa Sasa. (zs)
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »