-Menteri
Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Marwan Jafar berkunjung
ke Jepang. Marwan berguru ke Gubernur Ehime, Tokihiro Nakamura. Pertemuan pun
digelar. Marwan akan melanjutkan kerja sama soal pengembangan One Village One
Product (OVOP) dengan pemerintah Ehime. "Termasuk transfer of
knowledge dan informasi. Kita juga mengundang investor dari Ehime untuk
berinvestasi di Indonesia," kata Menteri Marwan di Matsuyama, Ehime Kamis
(12/11).
Hubungan antara negeri Sakura dan Indonesia sangat
panjang. Karena itu, Marwan mengingatkan untuk memperkuat kerja sama yang
dimungkinkan untuk pengembangan desa di Indonesia. "Hubungan Indonesia dan
Jepang ke depan perlu dikuatkan kembali ke arah yang lebih jelas,"
ujarmya.
Marwan juga mengundang investor dari
Ehime untuk berinvestasi di indonesia. Di Indonesia, ujarnya, banyak peluang
yang bisa dikerjasamakan dengan Jepang di bidang infrastruktur, pertanian, dan
lain-lain. "Kita
ada 122 kabupaten tertinggal yang harus diperhatikan serius. 419 kawasan
tansmigrasi. Ada 17 ribu desa yang sangat tertinggal yang masing punya potensi
ekonomi," kata Marwan.
Selain itu, kata Marwan, Indonesia
punya sekitar 5 juta UKM di desa-desa. "Nanti ke depan akan kita tindaklanjuti
lebih teknis," katanya. Gubernur
Ehime, Tokihiro Nakamura mengapresiasi kunjungan Marwan ke Ehime. Menurut dia,
sejauh ini sejumlah kerja sama yang telah dilakukan antara Indonesia dengan
Jepang, salah satunya bantuan mobil ambulans ke kabupaten Bantaeng Sulsel. "Ehime punya banyak
produk. Kita bisa dikerja samakan di sektor produk," ujar Tokihiro.
Usai dari kantor gubernur, Marwan
serta rombongan mengunjungi Universitas Ehime sekaligus berdialog dengan
mahasiswa. Termasuk akan mengunjungi pertanian jeruk yang terkenal di
mancanegara. Sebagai
informasi, wilayah di sekitar Matsuyama memiliki banyak industri, termasuk
pembuatan kapal, kimia, penyulingan minyak, dan produk kertas dan tekstil.
Wilayah kota dari prefektur ini sebagian besar bertumpu pada industri pertanian
dan perikanan, dan ada pula sedikit yang terkenal dengan jeruk dan budidaya
mutiara.
Gerakan One village one product yang
muncul di daerah di Jepang mendorong masing-masing desa punya keunggulan
kompetitif di bidang ekonomi. Di provinsi Ehime misalnya, dikenal sebagai
penghasil jeruk yang terkenal dan diekspor ke berbagai negara. Gerakan ini
dimulai pada 1979 di provinsi Oita, Jepang. Kemudian merembet ke semua provinsi
di negeri Sakura itu. (dtc)