Kursi Kajati Digoyang dari Luar

Diposting oleh On Wednesday, November 11, 2015


Setelah kursi kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Maluku Utara, Heru Sriyono digoyang dari internal oleh para asisten dan kepala Kejari mengundurkan diri lantaran ulah Heru Sriyanto yang membuat kebijakan diluar standard operational procedure (SOP). Kini Heru digoyang dari luar. Puluahan mahasiwa tergabung dalam Jaringan Muda Maluku Utara (JMMU), Selasa (10/11), menggelar aksi unjuk rasa di halaman kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) menuntut Heru mundur atau segera dicopot.
Desakan puluhan mahasiswa itu karena menilai Heru Sriyanto tak mampu menuntaskan kasus-kasus korupsi yang kini menumpuk di Korps Adhiaksa dipimpinya. Demonstran yang dilakukan puluhan mahasiswa ini dalam rangka memperingati Hari Pahlawan ke-70 tahun 2015. Sebelum ke kentor Kejati, mahasiswa lebih dulu orasi di pusat kota.

Keinginan mahasiswa masuk ke halaman kantor Kejati untuk berorasi ternyata tak kesampaian. Sebelum mereka, datang pintu pagar kantor Kejati ditutup dan tak diizinkan masuk berorasi. Kendati hanya berada di luar halaman kantor, para aktifis ini tetap semangat berorasi secara bergantian.
“Wahai Kepala Kajati Maluku Utara Heru Sriyanto, apakah moralmu seperti itu pantas dipertahankan, banyak kasus korupsi yang ditangani Kepala Kejati Maluku Utara yang lama Agus Sutoto tak jalan dan mandeg,” teriak koordinator aksi Sabri Ismail dalam orasinya.
Sabri menilai, sejak dua bulan masa kepemimpinan mantan Wakajati Sulawesi Selatan ini dianggap gagal total. "Ada kabar tak sedap, mundurnya para asisten jaksa dan kepala Kejaksaan Negeri dari jaksa struktural terkait ulah Heru Sriyanto yang membuat kebijakan diluar standard operational procedure (SOP). Heru Srianto diduga 'main mata' dengan salah satu pemda kabupaten yang kasus korupsinya sedang ditangani," ungkap Sabri.
Ia menduga, mundurnya para asisten jaksa dan kepala Kejaksaan Negeri dari jaksa struktural lantaran tidak sependapat dengan Kepala Kejati Heru Srianto yang sengaja 'tukar gulung' perkara korupsi dangan salah satu aset yang ditempati Kejati Maluku Utara di Ternate. Menurut dia, pada masa kepimpinan Agus Sutoto, kasus dimaksud sudah ditingkatkan ke penyidikan dan sudah ditetapkan tersangka.
Masa aksi menyoroti penangananan kasus korupsi seperti dana BSM di Dikbud Maluku Utara, kasus proyek air bersih Juanga dan Pendanga di Morotai yang melibatkan mantan Kadis PU Ponsen Sarfa dan korupsi dana Bansos di pemda Halbar serta kasus korupsi pengadaan kapal cepat Halsel Ekspres. "Tapi semua ini tidak pernah jalan, semua ini terhenti. Ini kuat dugaan ada mafia hukum yang disinyalir terjadi di internal Kejati Maluku Utara sehingga para asisten jaksa dan kepala Kejaksaan Negeri mengundurkan diri,” urainya.
Massa mendesak Jaksa Agung Agung HM Prasetyo segera mencopot Heru Sriyanto dari jabatannya Kepala Kejati Maluku Utara. Terpisah, Kajati Maluku Utara melalui Kasi Penkum dan Humas Idham Timin menangkis tudingan massa. Ia  mengatakan, semua perkara korupsi yang sementara ditangani akan diseriusi. “Proses penanganannya sementara berjalan,” bela Timin. (zs)
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »