![]() |
| Arif Budiman, anggota KPU Pusat |
TERNATE-Anggota Komisi Pemlihan Umum
(KPU) Pusat, Arif Budiman mengancam akan memecat penyelenggara dibawahnya yang
melakukan kecurangan Pilkada. KPU dan seluruh jajaran dibawahnya jangan
coba-coba melakukan kecurangan karena sekarang mudah diketahui. “Sekarang hasil
Pilkada sulit diakses, sekarang menjadi gampang dan mudah diakses publik, jadi
jangan main-main,” kata Arif kepada wartawan usai rapat koordinasi di Bela
Hotel Internasional, (28/11).
Budiman
mengatakan ada beberapa mekanisme yang diperbaiki dalam perolehan hasil Pilkada
untuk diakses publik. Formulir C1 discan diapload. “Saya ingatkan penyelenggara
pemilu mulai KPPS, PPK dan KPU kabupaten/kota, jangan coba-coba curang, karena
nada curang sangat gampang diketahui. Dulu susah, sekarang gampang dilacak,”
tegasnya.
Ia
mencontohkan, apabila masyarakat yang mengecek langsung di website dan
menemukan data tidak sesuai atau berubah, akan diprotes melalui website. “KPU
bangun Pilkada tidak hanya berkualitas tapi juga integritas,” jelasnya. Selain
penyelenggara, Arif juga mengingatkan peserta Pilkada, apabila melakukan
kecurangan akan mudah diketahui, karena perangkatnya sudah dikembangkan
sehingga akan diketahui.
Mulai dari tahapan pemungutan dan perhitungan
suara dituangkan dalam form C1 dan selanjutnya dibawa ke KPU untuk scan.
Sementara rekapan manual tetap berjalan sesuai perintah UU. “Kalau ada
perubahan di kecamatan atau kabupaten langsung ketahuan,” tegasnya. Selain itu,
keberatan saksi kepada penyelenggara melalui beberapa tahan, mulai peringatan
hingga pemecatan. “Beberapa daerah yang bermasalah seperti Halmahera Barat
terkait batas wilayah administrasi akan kita konfirmasi Kementerian Dalam
Negeri karena itu bukan kewenangan KPU,” jelasnya. (jun)
