Formak Desak Boki Nita Segera Ditahan

Diposting oleh On Friday, November 13, 2015


Sejumlah massa dari berbagai elemen di Ternate, Jumat (13/11) mendatangi kantor Kejaksaan Tinggi dan Polda Malut, untuk memberi dukungan atas penanganan kasus dugaan pemalsuan identitas anak kembar oleh Boki Nita Budhi Susanti, Istri mendiang Sultan Ternate Mudaffar Sjah.
Elemen massa yang tergabung dalam Forum Masyarakat Adat (Formak), pimpinan Irfan Usman, Pemerhati Adat Nusantara (Panah) pimpinan Iswar Rahmad, Kompak Malut pimpinan Ansar Supardjo, Solidaritas Masyarakat Adat (Soma) pimpinan M. Fahruddin Umar, dan Barisan Adat Kie Raha (Barak) pimpinan Kamaluddin, menamakan diri sebagai Koalisi Masyarakat Pemerhati Adat dan Keluarga Besar Masyarakat Adat Moloku Kie Raha.
Masaa yang menggunakan dua unit mobil truck dilengkapi sound system mendatangi Kantor Kejati Malut di kelurahan Stadion Ternate menggelar orasi di depan pintu gerbang Kejati, tak lama para utusan dikawal petugas pengamanan dan beberapa aparat kepolisian Polres Ternate, dipersilahkan masuk.

Humas Kejati Malut, Idham Timin kepada Wartawan mengatakan, maksud kedatangan massa untuk memberi dukungan kepada Polisi dalam penanganan kasus Nita. “Berkasnya sudah kita terima pada tanggal 9 dari Polda, tinggal kita teliti dulu isinya seperti apa. Pada prinsipnya Jaksa sudah menerima berkas harus lengkap,” kata Timin.
Setelah menggelar aksi depan Kejati Malut, Konvoi massa beralih ke Mapolda Malut. Dalam aksinya, massa diterima Kapolda Malut, Brigjen Polisi, Zulkarnain yang diwakii Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Malut, Kombes Pol. Dianharianto, SH. Jogugu (Perdana Menteri) Kesultanan Ternate, Mahmud Zulkiram yang ditunjuk menjadi juru bicara mengucapkan terima kasih atas proses hukum yang dilakukan Polda 5 November lalu. Penyidik Reskrimum mengantongi hasil tes DNA dari tersangka dan dua putra kembarnya. Warga kesultanan Ternate berharap, istri mendiang Sultan Ternate Boki Nita Budhi Susanti segera di tahan dan paska ditetapkan sebagai tersangka.
Kasus Boki Nita Budi Susanti mencuat setelah dilaporkan pemalsuan bayi kembar Ali Muhammad Tajul Mulk dan Gajahmada Satria Nagara. Nita mengaku dua bayi kembar itu lahir di rahimnya dari hasil benih suaminya, almarhun Mudaffar Sjah. Setahun setelah kelahiran dua kembar ini menjadi prahara di Kesultanan dan masyarakat Maluku Utara umumnya.
Meski sudah ditetapkan tersangka, mantan permaisuri itu hingga kini masih bebas di luar. Pada 24 Agustus 2015 tengah lalu, Nita Budhi Susanti pernah dicegat petugas imigrasi bandara Soekarno – Hatta yang diduga hendak melarikan diri ke Belanda. (aky)
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »