Sejumlah massa dari berbagai
elemen di Ternate, Jumat (13/11) mendatangi kantor Kejaksaan Tinggi dan Polda
Malut, untuk memberi dukungan atas penanganan kasus dugaan pemalsuan identitas
anak kembar oleh Boki Nita Budhi Susanti, Istri mendiang Sultan Ternate
Mudaffar Sjah.
Elemen massa yang tergabung dalam
Forum Masyarakat Adat (Formak), pimpinan Irfan Usman, Pemerhati Adat Nusantara
(Panah) pimpinan Iswar Rahmad, Kompak Malut pimpinan Ansar Supardjo,
Solidaritas Masyarakat Adat (Soma) pimpinan M. Fahruddin Umar, dan Barisan Adat
Kie Raha (Barak) pimpinan Kamaluddin, menamakan diri sebagai Koalisi Masyarakat
Pemerhati Adat dan Keluarga Besar Masyarakat Adat Moloku Kie Raha.
Masaa yang menggunakan dua unit mobil truck dilengkapi sound
system mendatangi Kantor Kejati Malut di kelurahan Stadion Ternate menggelar
orasi di depan pintu gerbang Kejati, tak lama para utusan dikawal petugas
pengamanan dan beberapa aparat kepolisian Polres Ternate, dipersilahkan masuk.
Humas Kejati Malut, Idham Timin
kepada Wartawan mengatakan, maksud kedatangan massa untuk memberi dukungan kepada
Polisi dalam penanganan kasus Nita. “Berkasnya sudah kita terima pada tanggal 9
dari Polda, tinggal kita teliti dulu isinya seperti apa. Pada prinsipnya Jaksa sudah
menerima berkas harus lengkap,” kata Timin.
Setelah menggelar aksi depan
Kejati Malut, Konvoi massa beralih ke Mapolda Malut. Dalam aksinya, massa
diterima Kapolda Malut, Brigjen Polisi, Zulkarnain yang diwakii Direktur
Reserse Kriminal Umum Polda Malut, Kombes Pol. Dianharianto, SH. Jogugu
(Perdana Menteri) Kesultanan Ternate, Mahmud Zulkiram yang ditunjuk menjadi juru
bicara mengucapkan terima kasih atas proses hukum yang dilakukan Polda 5
November lalu. Penyidik Reskrimum mengantongi hasil tes DNA dari tersangka dan
dua putra kembarnya. Warga kesultanan Ternate berharap, istri mendiang Sultan
Ternate Boki Nita Budhi Susanti segera di tahan dan paska ditetapkan sebagai
tersangka.
Kasus Boki Nita Budi Susanti
mencuat setelah dilaporkan pemalsuan bayi kembar Ali Muhammad Tajul Mulk dan
Gajahmada Satria Nagara. Nita mengaku dua bayi kembar itu lahir di rahimnya dari
hasil benih suaminya, almarhun Mudaffar Sjah. Setahun setelah kelahiran dua
kembar ini menjadi prahara di Kesultanan dan masyarakat Maluku Utara umumnya.
Meski sudah ditetapkan tersangka,
mantan permaisuri itu hingga kini masih bebas di luar. Pada 24 Agustus 2015
tengah lalu, Nita Budhi Susanti pernah dicegat petugas imigrasi bandara
Soekarno – Hatta yang diduga hendak melarikan diri ke Belanda. (aky)