Meskipun
wakil gubernur Maluku Utara M Natsir Thaib memastikan, agenda pelantikan penjabat
walikota Tidore Kepulauan (Tikep) pada Senin 9 November 2015 mendatang oleh gubernur
Abdul Gani Kasuba, menyusul masa jabatan walikota Tikep Ahmad Mahifa dan wakil walikota
Hamid Muhamad akan berakhir pada 8 November 2015, namun pernyataan itu ditepis
Kepala Biro Pemerintahan Ansar Daaly.
Ansar
mengaku, agenda pelantikan cariteker walikota Tikep belum di agendakan pada
Senin mendatang. Sebab katanya, hingga kini Surat Keputusan (SK) cariteker
Walikota Tikep belum dikantongi Pemprov Malut. "Kalau sudah ada agenda
pelantikan, pasti saya sudah kasih informasi. Tapi sejauh ini belum ada
SK," ungkapnya via henpone Jumat (6/11).
Dijelaskan,
pengusulan tiga nama caretaker walikota Tikep ke Mendagri yakni Nirwan MT Ali, Kepala Badan Koordinasi
Penanaman Modal Daerah (BKPMD), Ramli Umanailo, asiten 1, dan kepala Biro
Pemerintahan Ansar Daaly. Dari tiga nama yang diusulkan, kabarnya nama Nirwan
MT Ali menguat menjadi caretaker Walikota Tikep. Namun Nirwan membantah. "Informasih
saya dilantik itu tidak benar," katanya.
Ia
mengaku, meski namanya menguat, nanti ia belum dapat mengetahui. “Nanti dilihat
pada waktunya, siapa yang akan dilantik menjadi caretaker walikota Tikep.
Apakah saya atau pejabat lain yang dilantik,” ujarnya.
Sementara
di kota Tidore, Gerakan Pemuda Ansor dan Pemuda Muhammadiyah mendukung Nirwan
menjadi penjabat walikota. Ormas pemuda NU dan Muhammadiyah ini, menilai,
Nirwan merupakan sosok yang tepat mengisi kekosongan jabatan pasca H. Achmad
Mahifa. “Ada sejumlah pertimbangan, satu diantaranya adalah netralitas
pemilihan Walikota dan wakil Walikota Tidore,” kata Amir Tomawonge, wakil Ketua
GP Ansor Kota Tidore Kepulauan.
Selain itu, Amir mengaku, Nirwan memiliki kemampuan
komunikasi dengan semua orang, ini penting untuk membangun stabilitas politik
dalam mendorong pembangunan daerah, khususnya di Tidore. Dia yakin Nirwan akan
diterima dengan baik karena komunikatif dan merakyat. “Dia sosok yang merakyat,
paham kebutuhan masayarakat. Kita butuh sosok muda yang netral dan
berpengalaman dalam dunia birokrasi untuk mengisi kekosongan ini. Jadi Ansor
mendukung Nirwan menjadi carateker,” tandasnya.
Sementara
Ketua Pemuda Muhammadiyah, M. Hafids Ismail mengaku, Nirwan menjadi caretaker perlunya
diberikan apresisasi, sebab dia menilai Nirwan mampu menjaga stabilitas
pemerintahan yang begitu lama terpelihara dimasa kepemimpinan H. Achmad Mahifa.
Selain itu dia berharap kehadiran Nirwan dapat menjaga sejumlah preastasi yang
telah dicipatakan pemerintah Kota Tidore Kepulauan.
“Carakteker
yang nantinya masuk Tidore diharpakan menjaga stabilitas pemerintahan demi
mewujudkan pemerintahan yang baik. Jadi 8 November tampuk kepemimpinan Tidore
tidak boleh kosong, entah harus adanya carateker ataupun pejabat walikota yang
mengisi kekosongan ini,” harapnya. (din/pul)