8 Jam Dirawat, Satu Perampok Bank Tewas

Diposting oleh On Wednesday, November 18, 2015


Selama delapan jam kritis di ICU RSUD Chasan Boesorie, Hamdani Rajak (25 tahun) warga asal Jakarta, satu dari dua tersangka penjahat special perampok nasabah bank yang ditembak Resmob Polres Ternate, akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya. Ia tewas setelah menjalani operasi tim dokter mengangkat preyektil peluru bersarang di tubuhnya, Selasa (17/11) pukul 10.35 WIT.
Seorang petugas ICU RSUD Chasan Bosoire ditemui wartawan mengatakan, tersangka Hamdani menjalani operasi untuk mengangat proyektil peluru yang bersarang di perut dan lutut kanan pada pukul 03.00 WIT dinihari kemarin. Menurut dia, usai operasi sekitar pukul 10.35 WIT, tersangka Hamdani meninggal dunia.

"Kalau dokter melakukan operasi terhadap Hamdani, saya tidak tahu namanya. Saya hanya petugas di ICU RSUD mengetahui pasca operasi," ungkap salah satu petugas ICU RSUD Chasan Bosoire yang enggan namanya dikorankan.
Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Ternate Ajun Komisaris Polisi Sjamssudin Lossen saat ditemui di ICU RSUD Chasan Bosoire membenarkan tersangka Hamdani menghembuskan nafas terakhirnya. Ia mengaku, tim dokter menangani Hamdani teah berekra keras mengangkat priyektil peluru yang masih bersarang ditubuh pasien. Namun yang bersangkutan meninggal dunia pasca operasi.
“Dia kena tembak dibagian perut. Pasca operasi luka nyawanya tidak tertolong," katanya.
Menurut Lossen, pihaknya telah menghubungi pihak keluarga korban di Jakarta, dan dipastikan hari ini Rabu (18/11) keluarganya tiba di Ternate untuk mengambil zenasah korban untuk dibawa pulang ke Jakarta.
"Jadi keluarganya Hamdani, kita sudah hubungi. Mereka bersedia besok (hari ini-red) ke Ternate mengambil zenajah untuk dibawa pulang ke Jakarta untuk dimakamkan," katanya.
Lossen mengemukakan, pihaknya melakukan pengembangan terhadap kedua penjahat special perampok nasabah bank yakni Widyaputra dan Hamdani Rajak terungkap bahwa, keduanya  termasuk dalam daftar pencarian orang (DPO) Tim Resmob Polda Metro Jaya. "Kanit Resmob Polda Metro Jaya menghubungi saya dan menanyakan apakah tersangka yang dilumpuhkan Resmob Polres Ternate itu bernama Widyaputa? Dan saya pun menjawab iya benar. Sehingga Kanit Resmob Polda Metro Jaya mengakui kalau kedua orang ini adalah target operasi mereka juga sejak lama," ungkapnya.
Selain itu, terungkap bahwa, dua penjahat special perampok nasabah bank memiliki jaringan kelompok yang tersebar luas di Indonesia. Ia berharap agar masyarakat Maluku Utara khususnya masyarakat Kota Ternate agar membantu bersama membantu kepolisian jika mendengar informasi segera melapor k epos polisi terdekat. “Sindikat pencurian ini akan kita terus telusuri keberadaan mereka, untuk tindaklanjuti, maka diharapkan masyarakat juga ikut membantu kami dalam pencarian kelompok ini," harap dia.
Hingga berita ini naik cetak, selain Hamdani hingga menembuskan nafas terakhirnya, Widyaputra juga terbaring di ICU RSUD Cahasan Boesoerie Ternate dalam kondisi kritis. Ia terus mendapat perawatan dari tim medis.
Sebagaimana diketahui, dua residivis pelaku pencurian berinisial YP dan HR dilumpuhkan anggota Resmob Polres Ternate, Senin (16/11) pukul 14.30 WIT.  Keduanya diamankan di areal parkir di depan rumah makan di Kota Ternate, Maluku Utara saat membobol satu unit mobil.
Kedua pelaku terpaksa ditembak karena berusaha melarikan diri. YP ditembak di pinggul sedangkan HR di tangan kiri.  Kedua pelaku hingga kini masih dirawat di RSUD Chasan Boesoiri Ternate. Aksi kejar-kejaran tadi sempat mengundang perhatian warga, sehingga menyebabkan arus lalulintas macet.
Kasat Reskrim Polres Ternate AKP Sjamsuddin Lossen mengatakan, pelaku terpaksa dilumpuhkan karena berupaya melakukan perlawanan.  “Keduanya sudah menjadi target polisi dan baru berhasil diamankan ketika berusaha membobol satu unit mobil. Dalam aksi itu, HR selaku eksekusi mobil sementara YP yang memantau dari jauh,” kata Lossen.  (zs)

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »