Selama delapan jam
kritis di ICU RSUD Chasan Boesorie, Hamdani Rajak (25 tahun) warga asal
Jakarta, satu dari dua tersangka penjahat special perampok nasabah bank yang
ditembak Resmob Polres Ternate, akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya. Ia
tewas setelah menjalani operasi tim dokter mengangkat preyektil peluru
bersarang di tubuhnya, Selasa (17/11) pukul 10.35 WIT.
Seorang petugas ICU
RSUD Chasan Bosoire ditemui wartawan mengatakan, tersangka Hamdani menjalani
operasi untuk mengangat proyektil peluru yang bersarang di perut dan lutut
kanan pada pukul 03.00 WIT dinihari kemarin. Menurut dia, usai operasi sekitar
pukul 10.35 WIT, tersangka Hamdani meninggal dunia.
"Kalau dokter
melakukan operasi terhadap Hamdani, saya tidak tahu namanya. Saya hanya petugas
di ICU RSUD mengetahui pasca operasi," ungkap salah satu petugas ICU RSUD
Chasan Bosoire yang enggan namanya dikorankan.
Kepala Satuan
Reserse dan Kriminal Polres Ternate Ajun Komisaris Polisi Sjamssudin Lossen
saat ditemui di ICU RSUD Chasan Bosoire membenarkan tersangka Hamdani
menghembuskan nafas terakhirnya. Ia mengaku, tim dokter menangani Hamdani teah
berekra keras mengangkat priyektil peluru yang masih bersarang ditubuh pasien.
Namun yang bersangkutan meninggal dunia pasca operasi.
“Dia kena tembak
dibagian perut. Pasca operasi luka nyawanya tidak tertolong," katanya.
Menurut Lossen,
pihaknya telah menghubungi pihak keluarga korban di Jakarta, dan dipastikan
hari ini Rabu (18/11) keluarganya tiba di Ternate untuk mengambil zenasah
korban untuk dibawa pulang ke Jakarta.
"Jadi
keluarganya Hamdani, kita sudah hubungi. Mereka bersedia besok (hari ini-red) ke
Ternate mengambil zenajah untuk dibawa pulang ke Jakarta untuk
dimakamkan," katanya.
Lossen
mengemukakan, pihaknya melakukan pengembangan terhadap kedua penjahat special
perampok nasabah bank yakni Widyaputra dan Hamdani Rajak terungkap bahwa,
keduanya termasuk dalam daftar pencarian orang (DPO) Tim Resmob Polda
Metro Jaya. "Kanit Resmob Polda Metro Jaya menghubungi saya dan menanyakan
apakah tersangka yang dilumpuhkan Resmob Polres Ternate itu bernama Widyaputa?
Dan saya pun menjawab iya benar. Sehingga Kanit Resmob Polda Metro Jaya
mengakui kalau kedua orang ini adalah target operasi mereka juga sejak
lama," ungkapnya.
Selain itu,
terungkap bahwa, dua penjahat special perampok nasabah bank memiliki jaringan
kelompok yang tersebar luas di Indonesia. Ia berharap agar masyarakat Maluku
Utara khususnya masyarakat Kota Ternate agar membantu bersama membantu
kepolisian jika mendengar informasi segera melapor k epos polisi terdekat.
“Sindikat pencurian ini akan kita terus telusuri keberadaan mereka, untuk tindaklanjuti,
maka diharapkan masyarakat juga ikut membantu kami dalam pencarian kelompok
ini," harap dia.
Hingga berita ini
naik cetak, selain Hamdani hingga menembuskan nafas terakhirnya, Widyaputra
juga terbaring di ICU RSUD Cahasan Boesoerie Ternate dalam kondisi kritis. Ia
terus mendapat perawatan dari tim medis.
Sebagaimana
diketahui, dua residivis pelaku pencurian berinisial YP dan HR dilumpuhkan
anggota Resmob Polres Ternate, Senin (16/11) pukul 14.30 WIT. Keduanya
diamankan di areal parkir di depan rumah makan di Kota Ternate, Maluku Utara
saat membobol satu unit mobil.
Kedua pelaku
terpaksa ditembak karena berusaha melarikan diri. YP ditembak di pinggul
sedangkan HR di tangan kiri. Kedua pelaku hingga kini masih dirawat di
RSUD Chasan Boesoiri Ternate. Aksi kejar-kejaran tadi sempat mengundang
perhatian warga, sehingga menyebabkan arus lalulintas macet.
Kasat Reskrim
Polres Ternate AKP Sjamsuddin Lossen mengatakan, pelaku terpaksa dilumpuhkan
karena berupaya melakukan perlawanan. “Keduanya sudah menjadi target
polisi dan baru berhasil diamankan ketika berusaha membobol satu unit mobil.
Dalam aksi itu, HR selaku eksekusi mobil sementara YP yang memantau dari jauh,”
kata Lossen. (zs)