Korban Pengeroyokan Bastiong Dimakamkan

Diposting oleh On Monday, November 21, 2016 with No comments

ilustrasi
TERNATE-Muhkadar Arsyad (22) yang tewas dikeroyok di Kelurahan Bastiong Karance, Kecamatan Ternate Selatan Kamis, 17 November lalu. Saat ini, jenazah Muhkadar sudah dimakamkan di kampung halaman, Desa Teheru, Kecamatan Teheru, Kabupaten Maluku Tengah, Jumat malam. Kedatangan jenazah Mukhadar disambut anggota keluarga, termasuk kedua orangtua serta dua kakak dan dua adiknya.
Sejumlah keluarga jatuh pingsan karena tak percaya Mukhadar telah pergi untuk selamanya. Ratusan keluarga dan kerabat terus berdatangan melayat ke rumah duka. Warga yang juga teman-teman Mukhadar ikut menjemput dan mengantar jenazah ke tempat peristirahatan terakhir.
Maimuna Hartoyo, ibu Mukhadar terus menangis saat jenazah Mukhadar digotong warga meninggalkan rumah duka untuk dikebumikan. Sang ibu tak menyangka putranya tewas di tangan empat tersangka dengan sadis. Padahal 4 hari sebelum tewas, Mukhadar sempat meneleponnya dan berencana pulang ke Terehu.
Di mata keluarga, Mukhadar adalah sosok yang baik, pendiam, dan taat beribadah. Sejak ke Ternate pada awal 2016, ia bercita-cita masuk TNI dan terakhir tinggal di Kelurahan Jati. Mukhadar belum pernah pulang ke rumah keluarganya di Teheru. Tak disangka, Mukhadar justru pulang tinggal nama. Putra pasangan Abd Karim Arsyad dan Maimuna Hartoyosudah dimakamkan, Jumat malam pukul 22.00 di tempat pemakaman umum desa setempat.
“Setelah mengurus surat-surat di Ternate, jenazah Mukhadar dibawa ke kampung halaman pukul 13.30 WIT menumpangi peaswat Sriwijaya Air melalui Bandara Babullah Ternate. Korban sudah diambil pihak keluarga usai autopsi," kata tim Dokes Polda Maluku Utara Kompol dr. Tenang saat dihubungi, Sabtu (19/11).
Tenang menuturkan, ketika jenazah Mukhadar di RSUD Chasan Boesorie Ternate, pihaknya langsung menghubungi petugas Laboraturium Forensik Makassar, Kompol dr. Eko Yuniyanto untuk melakukan autopsi jenazah dan hasil autopsi baru bisa diketahui, Senin, 21 November.
Dari hasil autopsi lanjut dia, pihaknya bisa menemukan titik terang perihal penyebab awal kematian Mukhadar. “Penyebab kematiannya bisa dipelajari dari hasil autopsi. Nanti bisa dipelajari, apakah dikeroyok dan sebagainya,” pungkasnya.
Maimuna Hartoyo, ibu Mukhadar berharap empat pelaku pembunuhan yang sudah ditangkap pihak kepolisian, dijatuhi hukuman mati. Keempat pelaku adalah Abdul Hasan, Muhamad Jufri, Asdar dan Oktafianus. “Kami harap, pelaku dihukum seberat-beratnya, dihukum mati. Perbuatannya sungguh keji dan biadab,” harap Maimunah.
Diberitakan sebelumnya, Mukadar tewas dengan kondisi mengenaskan. Kepalanya mengalami luka robek dan mata, mulut serta telinga mengeluarkan darah. Kadar sendiri tewas saat menjalani perawatan di IGD RSUD Chasan Boesorie selama kurang lebih 5 jam. (rdx)
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »