Masyarakat Haltim Dihimbau Tak Terpengaruh Isu

Diposting oleh On Monday, November 21, 2016 with No comments

MABA-Pimpinan Pondok Pesantren Tahfidzul Quran Roulotul Magfurin, Kecamatan Wasile  kabupaten Halmahera Timur menghibau agar umat Islam di daerah itu tidak terprovokasi dengan berbagai informasi yang berusaha memacah belah keutuhan dan kesatuan bangsa, terutama di kabupaten Halmahera Timur.
Pimpinan Ponpes KH. Ahmad Abdul Ghoufur dalam melalui rilisnya Minggu (20/11) mengatakan, Islam merupakan agama rahmatan lil alamin, agama cinta damai serta menjaga ketentraman bersama. Ahmad Abdul Ghoufur  meminta umat Islam di wilayah Halmahera Timur tidak terpengaruh dengan isu-isu yang akan merugikan masyarakat. "Islam itu cinta damai, sehingga harus dijaga. Kerukunan antar umat beragama harus dijunjung tingg demi menciptakan masyarakat aman dan damai di Halmahera Timur,"  ajaknya.
Ahmad Abdul Ghoufur menegaskan, kemerdekaan iIndonesia merupakan hasil perjuangan bersama, dari hasil itu maka ditetapkan satu bentuk rekonsiliasi yang dikenal dengan Bineka Tunggal Ika. Slogan inilah menurutnya menyatukan NKRI menjadi satu bagian yang tidak terpisahkan. "Jangan karena kepentingan orang-orang tertentu, masyarakat dijadikan alat memecah bela persatuan," ujarnya.
Menurutnya, Indonesia merupakan negara majemuk, setiap orang diposisikan sama di hadapan hukum dan kepentingan. Dikatakan, Indonesia perlu mencontohi konsep hidup bernegara sebagaimana konsep hidup nabi yang membangun kerukunan umat beragama di Madina yang menyatukan Islam, Kristen dan Yahudi hidup rukum dalam satu ikatan kokoh yang dikenal dengan Piagam Madinah. “Indonesia kita bisa lihat sejak jaman sebelum Islam sampai sekarang mempunyai konsep seperti itu, semua bisa bersatu mempertahankan Indonesia merdeka dalam satu kebersamaan Bhineka Tunggal Ika," ujarnya. (can)
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »