SANANA-Wakil bupati Kepulauan Sula,
Julfahri Abdulah Duwila mengaku telah mendapat penjelasan kendala pemadaman
listrik oleh PLN dan pihak ketiga. “PLN dan pihak ketiga menemui saya di kantor
menjelaskan pemadaman listrik,” ungkap wabup kepada wartawan, Kamis (27/10).
Menurut wagub, PLN dan pihak ketiga menjelaskan,
bahwa pemadaman listrik beberapa minggu belakangan ini karena ada pemindahan jaringan.
Jaringan lama akan diganti dengan baru menggunakan fiber expres. “Menurut
mereka, pemadaman setiap Sabtu dan Minggu karena ada pekerjaan memindahkan
jaringan yang mempunyai tekanan tinggi, maka lampu harus dimatikan,” paparnya.
Sesuai keterangan kepala PLN dan pihak ketiga kepada
wabup mengatakan, saat selesai pengalihan jaringan dan mengoperasikan,
tiba-tiba muncul masalah baru. Satu unit mesin rusak. “Alat elektrikal dalam
mesin rusak, bukan mesinnya yang rusak. Gangguan kabel dalam mesin memang
sensitif,” ujar wabup.
Menanggapi aksi mahasiswa beberapa hari lalu, wabup
mengatakan, persoalan mati lampu dialami semua masyarakat, termasuk rumah wakil
bupati bukan hanya di rumah mahasiswa. Dikatakan, pemda menginginkan pelayanan
terbaik, hanya saja ada kendala pihak lain. “Kami selaku pemerintah tidak bisa
memastikan, rumah saya juga mati lampu,” katanya tersenyum.
Diungkapkan, pihak ketiga berjanji akan mengadakan
mesin berkapasitas 0,5 MW guna menopang mesin yang ada saat ini. Mesin tersebut
menurut pihak ketiga kata wabup, sementara dalam perjalanan dari Medan ke Surabaya.
“Kalau dari Surabaya ke Sanana baru lewat laut, sekarang sudah selama tiga hari
dalam perjanalan. Kalau tidak ada halangan diperkirakan tiba di Sanana dua
minggu,” jelas wabup. (sdl)
