Lagi, Siswa Tabrak Warga

Diposting oleh On Monday, October 10, 2016 with No comments

Ilustrasi

TERNATE–Seorang siswa kembali menabrak seorang warga Kelurahan Tanah Tinggi berinsial AS. Pukul 17 : 00 WIT, di Tapak mangga dua, depan pelabuhan Semut, Ternate Selatan. Pelaku tabrakan ini, berinsial Sul dan Ris adalah siswa SMP Negeri 4 Kota Ternate, kelas II, berumur 14 tahun.

Sul dan Ris menceritakan, sewaktu pulang olahraga dari sekolah, mereka memilih jalur ikut tapak Mangga Dua- Toboko. Disaat melaju menggunakan motor mio metik ke arah utara, tiba-tiba teman mereka memanggil. Karena kehilangan kosentarasi melihat disaat itu, Sul dan Ris langsung menabrak As, yang menggunakan sepeda di depan mereka.

“ Torang tidak sempat lihat om itu, karena ada teman kami  pangge,” ujar dua siswa ini, kepada Seputar Malut, di rumah sakit umum yang mengalami luka gores di kaki dan tangan,  Sabtu (8/10).

Korban tabrakan, As mengatakan, dirinya tidak menduga kedua siswa itu menabraknya. Menurut As, ruas jalan tapak Mangga Dua- Toboko begitu lebar, kenapa sampai terkena tabrak. “ saya sering olahraga sore dengan sepeda hari sabtu dan minggu di tapak Mangga Dua Toboko. Baru hari ini (sabtu, red), orang bisa tabrak saya,” keluh As dirumah sakit umu
m, yang mengalami tulang mata kakinya bengkak.

Maraknya anak sekolah sering menabrak warga ini, disoroti akademis Univeristas Muhamadiyah (UMMU), Hendra Kasim. Menurut Hendra,  perilaku anak sekolah sering unggul-unggulan di jalan dan menyebabkan korban kecalakan lalu lintas harus menjadi tanggung jawab berbagai pihak.

Orang tua, katanya  harus mengontrol perilaku setiap anaknya. Sekolah jangan hanya terfokus pada pendidikan formal, namun karakter anak bangsa patut  digodok di sekolah.

Kepolisian khususnya Polantas harus menertibkan siswa yang menggunakan kendaraan. Seperti penertiban surat ijin mengenudi (SIM) para siswa. Karena  setiap orang ketika mengendarai kendaraan harus memiliki SIM.

“ Saya yakin sebagian besar siswa yang bawa motor itu tidak memiliki SIM karena belum cukup umur, pada posisi ini lantas harus bertindak dan bertanggung jawab atas kecalakan yang sering dialami siswa sekolah ini,” kata Hendra, saat dihubungi.  (san)

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »