LABUHA-Kunjungan Kepala Kejati Maluku Utara Deden Riki
Hidayatullah Firman
beserta rombongan
ke Halmahera Selatan
bersama Gubernur Abd Gani Kasuba dalam rangka membuka kegiatan Sosialisasi Tim
Pengawal dan Pengaman Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D) yang
dilaksanakan Kejari Halsel, yang berlangsung di Aula Kantor Bupati, Jumat
(21/10).
Kedatangan
Kepala
Kejati beserta rombongan ditengarai tidak hanya untuk kegiatan sosialiasi TP4D,
namun ada kepentingan lain yang ada kaitan dengan penyidikan kasus bansos Halsel yang sementara
ditangani Kejati. Informasi yang
diperoleh koran ini menyebutkan, kunjungan
Kajati itu
diundang pemda Halsel yang
itu ada kaitan dengan kasus bansos yang
diduga melibatkan sejumlah pejabat
dan mantan
pejabat Halsel
tersebut.
Diduga, pemda memanfaatkan kunjungan Kajati didampingi Gubernur itu
untuk melobi
sekaligus pengamanan kasus bansos, khususnya kaitan dengan rencana pemanggilan pacsa dan
pemeriksaan terhadap Nurlela Muhammad, Istri kedua Bupati Bahrain Kasuba yang tiga kali mangkir dari panggilan penyidik
untuk diperiksa sebagai saksi.
Kunjungan Kajati ini ditengarai kuat ada hubungannya
dengan kasus bansos. Bahkan
informasi yang diperoleh menyebutkan, dalam upaya pemda mengamankan kasus bansos
tersebut, pemda
menfasilitasi kedatangan Kajati
bersama
rombongan tersebut. Pesewat Ekspress Air yang digunakan rombongan Kajati itu juga diduga
difalitasi alias dicarter Pemda Halsel.
Informasi ini dikuatkan juga dengan kedatangan Kajati
bersama Gubernur itu dijemput bupati
Bahrain
Kasuba bersama Istrinya Nurlela Muhammad yang merupakan salah satu saksi kasus bansos yang tiga kali mangkir pemeriksaan penydik tanpa alasan
yang jelas. Istri
kedua bupati itu terlihat
mendampingi suaminya menjemput rombongan Kajati saat tiba di Bandara Usman
Syadik Labuha.
Tidak hanya itu, Nurelala juga terlihat
ikut bersama rombongan pada jamuan makan pagi di Resto Nandolang, hingga
rombongan Kajati menuju kantor bupati untuk menghadiri kegiatan sosialisasi TP4D.
Terkait
dengan dugaan pemda
memfasilitasi kedatangan Kajati bersama
rombongan
itu ditepis Kabag Humas dan Protokoler Setda Fahri Nahar. Dikonfirmasi koran
ini, Fahri membantahnya. Menurut dia, kedatangan Kajati bersama Gubernur itu dalam rangka
kegiatan sosialisasi TP4D
di Halsel dan seluruh kegiatan itu bersumber dari anggaran kegiatan Kajati sendiri.
"Pemda Hasel hanya melayani sebagai
tamu daerah dan sebagai tuan rumah kegiatan TP4D harus kita sukseskan," ujarnya singkat. Ditanya soal informasi pesawat yang digunakan rombongan Kajati dicarter pemda, Fahri tidak
menanggapinya. Sementara itu, Kepala Kejari Halsel, Cristian Charel Ratuanik
dikonfirmasi, juga ikut membantahnya.
Dikatakan, informasi terkait kunjungan
Kajati ada kaitan dengan kasus bansos itu sangat
tidak benar. "Terima kasih informasi yang luar
biasa. Tapi informasi tersebut sangat
tidak masuk akal karena setahu saya tidak benar," ujarnya tanpa menjelaskan apakah
kunjungan Kajati itu
difasilitasi pemda
atau bukan.
Sementara Kepala Kejati Deden Riki
Hidayatullah dikonfirmasi mengatakan, kedatangannya ke Halsel dalam rangka
membuka sosialisasi TP4D. "Karena itu
tanggungjawab saya
untuk menawarkan kepada pemda," ujarnya.
Ia mengaku, kedatangannya ini juga
karena kebetulan diminta oleh Kejari Halsel untuk membuka kegiatan TP4D
tersebut. "Kejati diminta untuk memberikan paparan apa itu TP4D di
Halsel,"
pungkasnya. Disinggung soal kasus bansos, Deden
mengatakan, kasus tersebut masih tetap jalan dan sementara dalam proses
penyidikan. Soal pemanggilan paksa terhadap salah satu saksi yakni Nurlela
Muhammad, Dia mengaku sejauh ini belum ada rencana. "Sampai saat ini belum ada rencana
cuman gak taulah kalau kedepannya seperti apa. Saksi sudah dipanggil dengan
semestinya, tapi tidak datang
dengan tidak ada alasan, ya terpaksa kita paksa," tandasnya. (one)
