Kunjungan Kajati Malut Dicurigai Amankan Kasus Bansos Halmahera Selatan

Diposting oleh On Saturday, October 22, 2016 with No comments

LABUHA-Kunjungan Kepala Kejati Maluku Utara Deden Riki Hidayatullah Firman beserta rombongan ke Halmahera Selatan bersama Gubernur Abd Gani Kasuba dalam rangka membuka kegiatan Sosialisasi Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D) yang dilaksanakan Kejari Halsel, yang berlangsung di Aula Kantor Bupati, Jumat (21/10).
Kedatangan Kepala Kejati beserta rombongan ditengarai tidak hanya untuk kegiatan sosialiasi TP4D, namun ada kepentingan lain yang ada kaitan dengan penyidikan kasus bansos Halsel yang sementara ditangani Kejati. Informasi yang diperoleh koran ini menyebutkan, kunjungan Kajati itu diundang pemda Halsel yang itu ada kaitan dengan kasus bansos yang diduga melibatkan sejumlah pejabat dan mantan pejabat Halsel tersebut.
Diduga, pemda memanfaatkan kunjungan Kajati didampingi Gubernur itu untuk melobi sekaligus pengamanan kasus bansos, khususnya kaitan dengan rencana pemanggilan pacsa dan pemeriksaan terhadap Nurlela Muhammad, Istri kedua Bupati Bahrain  Kasuba yang tiga kali mangkir dari panggilan penyidik untuk diperiksa sebagai saksi.
Kunjungan Kajati ini ditengarai kuat ada hubungannya dengan kasus bansos. Bahkan informasi yang diperoleh menyebutkan, dalam upaya pemda mengamankan kasus bansos tersebut, pemda menfasilitasi kedatangan Kajati bersama rombongan tersebut. Pesewat Ekspress Air yang digunakan rombongan Kajati itu juga diduga difalitasi alias dicarter Pemda Halsel.
Informasi ini dikuatkan juga dengan kedatangan Kajati bersama Gubernur itu dijemput bupati Bahrain Kasuba bersama Istrinya Nurlela Muhammad yang merupakan salah satu saksi kasus bansos yang tiga kali mangkir pemeriksaan penydik tanpa alasan yang jelas. Istri kedua bupati itu terlihat mendampingi suaminya menjemput rombongan Kajati saat tiba di Bandara Usman Syadik Labuha.
Tidak hanya itu, Nurelala juga terlihat ikut bersama rombongan pada jamuan makan pagi di Resto Nandolang, hingga rombongan Kajati menuju kantor bupati untuk menghadiri kegiatan sosialisasi TP4D.
Terkait dengan dugaan pemda memfasilitasi kedatangan Kajati bersama rombongan itu ditepis Kabag Humas dan Protokoler Setda Fahri Nahar. Dikonfirmasi koran ini, Fahri membantahnya. Menurut dia, kedatangan Kajati bersama Gubernur itu dalam rangka kegiatan sosialisasi TP4D di Halsel dan seluruh kegiatan itu bersumber dari anggaran kegiatan Kajati sendiri.
"Pemda Hasel hanya melayani sebagai tamu daerah dan sebagai tuan rumah kegiatan TP4D harus kita sukseskan," ujarnya singkat. Ditanya soal informasi pesawat yang digunakan rombongan Kajati dicarter pemda, Fahri tidak menanggapinya. Sementara itu, Kepala Kejari Halsel, Cristian Charel Ratuanik dikonfirmasi, juga ikut membantahnya.
Dikatakan, informasi terkait kunjungan Kajati ada kaitan dengan kasus bansos itu sangat tidak benar. "Terima kasih informasi yang luar biasa. Tapi informasi tersebut sangat tidak masuk akal karena setahu saya tidak benar," ujarnya tanpa menjelaskan apakah kunjungan Kajati itu difasilitasi pemda atau bukan.
Sementara Kepala Kejati Deden Riki Hidayatullah dikonfirmasi mengatakan, kedatangannya ke Halsel dalam rangka membuka sosialisasi TP4D. "Karena itu tanggungjawab saya untuk menawarkan kepada pemda," ujarnya.
Ia mengaku, kedatangannya ini juga karena kebetulan diminta oleh Kejari Halsel untuk membuka kegiatan TP4D tersebut. "Kejati diminta untuk memberikan paparan apa itu TP4D di Halsel," pungkasnya. Disinggung soal kasus bansos, Deden mengatakan, kasus tersebut masih tetap jalan dan sementara dalam proses penyidikan. Soal pemanggilan paksa terhadap salah satu saksi yakni Nurlela Muhammad, Dia mengaku sejauh ini belum ada rencana. "Sampai saat ini belum ada rencana cuman gak taulah kalau kedepannya seperti apa. Saksi sudah dipanggil dengan semestinya, tapi tidak datang dengan tidak ada alasan, ya terpaksa kita paksa," tandasnya. (one)
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »