TERNATE-Ketua Komite Independen Pemantau
Pemilu (KIPP) Provinsi Maluku Nurdin I. Muhammad menilai, tensi politik di
Halmahera Tengah dan Pulau Morotai terus menunjukkan grafik meningkat saat memasuki
penetapan pasangan calon pada 24 Oktober 2016. “Dalam kondisi ini, kita
mengharapkan penyelenggara bekerja secara profesional, tidak boleh terganggu
dengan situasi politik yang ada," pintanya," Jumat (21/10).
Menurutnya, tekanan politik saat
ini akan mengarah kepada upaya melemahkan dan mempengaruhi penyelenggara. Karena
itu penyelenggara harus bebas dari tekanan dan selalu menjaga sikap integritas
dan indepensi. “KIPP berharap,
penyelenggara KPU maupun Panwas terus berkoordinasi agar tercapai kesamaan cara
pandang, sehingga penyelenggara pilkada bisa terjaga dan terjamin
demokratis," harapnya.
Menurut Nurdin, yang paling
terpenting itu penyelenggara ditingkat bawah, Kecamatan dan Desa. Karena
tingkat bawah harus terkoordinasi secara baik dan terkontrol setiap saat. Sebab
dari pengalaman menunjukkan, penyelenggara tingkat bawah adalah titik paling
rawan terjadi masalah. "Banyak sekali yang menjadi pemain memainkan
kepentingan politik kandidat tertentu," ujarnya. (jun)
