![]() |
| Ilustrasi |
TERNATE-Kapolda Maluku
Utara Brigjen Tugas Dwi Apriyanto mengimbau kepada pendukung Muttiara T. Yasin
dan Kabir Hi Kahar yang digugurkan oleh KPU sebagai pasangan calon bupati dan
wakil bupati Halmahera Tengah tahun 2017 untuk terlibat aktif menjaga
ketertiban selama proses Pilkada.
"Artinya kalau ada keberatan yang
mau disampaikan silakan disampaikan dengan cara-cara yang damai. Jangan
anarkis. Tidak usah juga menggunakan massa untuk anarkis," ujar Kapolda,
Rabu (26/10).
Ia mempersilahkan kepada para pendukung
yang merasa tidak puas dengan keputusan KPU untuk mengungkapkan aspirasinya.
Kapolda menyampaikan imbauan agar pendukung Muttiara tidak berbuat anarkis
dalam menyampaikan aspirasinya. "Saya minta kita semua, mari kita jaga
kondusifitas dengan tidak melakukan aksi anarkis. Jika ada yang anarkis akan
berhadapan langsung dengan saya," imbaunya.
Permintaan Kapolda itu menyusul pasca
rapat pleno penetapan pasangan calon oleh KPU Halmahera Tengah, Senin (24/10)
lalu. Pasangan Muttiara Yasin dan Kabir Hi Kahar serta calon jalur perseorangan
Ratna Hi Muslim dan Yusuf Idris dinyatakan tidak lolos karena tak memenuhi
syarat. Pasangan Muttiara-Berkah tak memenuhi syarat administrasi. Sebab ijazah
SMA Muttiara berbeda dengan akte kelahiran.
"Kalau pun nanti ada yang unjuk
rasa, massa kita minta jangan melakukan anarkis dan kekerasan. Kita membuka
ruang kepada mereka menyampaikan pendapat. Prinsipnya kita selalu membuka ruang
utuk maasa yang ingin menyampaikan aspirasi, namun jangan sampai anarkis dan
lain sebagainya," tegasnya.
Sementara tu, untuk pola pengamanan di
KPU Halmahera Tengah, Kapolda mengatakan telah mengerahkan 200 personel dan
ditambah 2 platon Brimob dan Sabhara Polda. "Kemarin ada penambahan 2
platon Brimob dan Sabhara," pungkasnya. (zsm)
