SOFIFI-Gubernur Maluku
Utara Abdul Gani Kasuba menyambut baik keinginan Beni Laos mendirikan sekolah perhotelan di Maluku Utara
dalam memenuhi ketersediaan Sumber Daya Manusia di bidang perhotelan. Gubernur
menekankan agar pemilik hotel bintang empat tersebut serius melaksanakan apa
yang ia cita-citakan.
Gubernur berharap perubahan manajemen
Bela Internasional Ternate menjadi Grand Dafam dapat melakukan penataan
manajemen lebih baik. Demikian pernyataan Gubernur Maluku Utara saat menghadiri
kegiatan Rebranding Grand Dafam Bela Ternate di hotel Molvcca Lantai 8,
Jakarta.
Menurutnya, keberadaa Bela Internasional
Hotel di Ternate menjadi salah satu hotel kebanggaan rakyat Maluku Utara dan
telah membawa nama baik Maluku Utara di tingkat nasional sebagai hotel
berbintang. Sementara itu, Owner Grand Dafam Bela Ternate Beni Laos menjelaskan,
manajemen Bela Hotel Ternate telah dilakukan tiga kali. Pada tahun 2007,
Bela lahir dengan nama hotel Amara yang diadopsi dari Frencise di
Singapura.
Dalam perjalanannya, manajemen hotel
mengalami banyak masalah kemudian diganti dengan manajeman baru yakni Bela
Internasional Hotel tahun 2010 dan pada tahun 2015 kembali menata manajen
dengan menggunakan manajeman dalam negeri yaitu Grand Dafam Bela Ternate.
Ia berharap dibawah manajemen Grand
Dafam, Bela memberikan kontribusi kepada daerah dan berjalan lebih baik dibawah
perlindungan Negara Kesatuan Republik Indonesia. "Saya berharap dengan
adanya manajemen baru ini dapat memberi kontribusi daerah dan memperbaiki
kelemahan manajeman sebelumnya," kata Beni. Kegiatan Re-branding
dirangkaikan dengan pemotongan tumpeng dihadiri pengelola travel agent dan
sejumlah pimpinan SKPD provinsi Maluku Utara. (ces)
