Dana Hibah Pramuka Diduga Dikorup

Diposting oleh On Friday, October 21, 2016 with No comments

TERNATE-Dana hibah Pemerintah Provinsi Maluku Utara tahun 2016 senilai Rp. 1,5 miliar diduga dikorup  pengurus Kwartir Daerah (Kwarda) Maluku Utara. Sesuai pernyataan mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Maluku Utara, Majid Husen, anggaran pramuka itu telah dicairkan 100 persen.
Ini diketahui setelah diminta untuk kegiatan nasional Bhakti Husada ke-5 di Blitar, Jawa Timur, Pengurus Kwarda mengaku tak punya anggaran. Sementara kegiatan ini diikuti empat kabupaten/kota yakni Kota Ternate, Kota Tidore Kepulauan, Halmahera Barat dan Halmahera Selatan.
Seorang anggota pengurus Kwartir Pramuka menduga, dana hibah pemda provinsi Maluku Utara senilai Rp. 1,5 miliar disinyalir mengalir tak tepat sasaran, termasuk masuk ke saku pengurus Kwarda. Ia mengaku heran anggaran sebesar itu dihabiskan tak sampai tiga kali kegiatan.
Kalau pun pengurus mengaku membiayai Jambore Nasional lanjut sumber itu, tak masuk akal. Menurutnya, saat Jambore, kontingen hanya diberikan 1 kemeja, makan empat hari sebelum kegiatan dan 2 hari setelah kegiatan. “Alasan anggaran habis patut dipertanyakan,” tegas sumber itu.
Sumber ini mengaku tak habis pikir, kegiatan nasional seperti Bhakti Husada tak diberikan anggaran, sudah begitu pengurus Kwarda mengatakan tidak ada anggaran. Bhakti Husada katanya merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap tahun. Meski tak diberikan anggaran, sumber mengatakan tetap berangkat. Sebab semangat pemuda yang akan mengikuti kegiatan ini cukup bersemangat.
Terpisah mantan Sekda Provinsi Maluku Utara, Majid Husen mengatan, dana pramuka sebesar Rp. 1,5 miliar telah dipangkas. "Mau dapat dimana, kalau anggran sudah dipanggas semua. Makanya harus dikoordinasikan kalau ikut kegiatan," kata ketika Kamis (20/10).  (srd)
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »