TERNATE-Dua kelompok
pemuda Kelurahan Mangga Dua dan Toboko, Kecamatan Ternate Selatan kembali
bentrok, Minggu (8/10) dini hari. Sesama pemuda di dua kelurahan
bertetangga itu saling serang menggunakan panah wayar, batu dan berbagai kayu
balok untuk mendesak lawannya. Akibat bentrok itu, dua pemuda menjadi korban
luka-luka terkena lemparan batu.
Perisitiwa berawal dari pelemparan batu
oleh enam orang tak dikenal yang mengendarai tiga sepeda motor bergoncengan dua
ke arah pemuda Toboko di depan pangkas rambut Surabaya. Mereka awalnya melintasi
Kantor Polres Ternate. Satu jam kemudian belasan pemuda diduga dari Mangga Dua
melemparkan batu ke arah pemuda Toboko. Tak terima dengan aksi itu,
kelompok pemuda Toboko yang duduk di depan bekas Gudang Bimoli langsung
menyerang kelompok pemuda Mangga Dua di kawasan reklamasi pantai.
Serangan itu disertai pelemparan batu,
panah wayar dan berbagai balok kayu mengakibatkan dua korban luka-luka. Mereka
adalah Ismal (25), warga Kota Baru mengalami luka tagan kanan terkena sabetan
benda tajam dan Dewa (17), warga Mangga Dua mengalami luka bagian tangan kanan
terkena panah wayar. Selain korban luka, juga terjadi pengrusakan gerobak sate
milik Yusuf yang ada di Kelurahan Toboko.
Aparat keamanan dari Satgas Armed 12
Kostrad yang komandoi Letda Arm Jianto dibantu aparat dari Polres Ternate yang
dipimpin Kabag Ops Kompol Ibnu Hajar dan Kasat Shabara AKP Amin Abubakar
berhasil membubarkan kelompok pemuda yang bertikai dengan mobil water canon.
Aparat gabungan kemudian melakukan sweeping dan menyisir gang-gang
sampai ke rumah warga yang dicurigai sebagai otak keributan. Tembakan mobil water
canon itu berhasil membubarkan warga yang terlibat bentrok.
Hingga pagi kemarin, suasana di lokasi
kejadian kembali kondusif. Namun aparat keamanan dari 1 SST Satgas Armed dibantu
1 SST dari Shabara Polres Ternate dan Polsek Selatan dimimpin Kapolsek AKP
Ratih Lastika Sari masih melakukan penjagaan di kawasan perbatasan kedua
kelurahan untuk mengantisipasi bentrok susulan.
Kabag Ops Polres Ternate Kompol Ibnuhadjar
saat dikonfirmasi Minggu siang (9/10) membenarkan adanya insiden tersebut. "Dari
jam 7 pagi tadi (kemarin-red) personel sudah kita tarik kembali," ujarnya.
Ibnu menegaskan, pihaknya terus monitoring situasi di kedua kelurahan tersebut.
Dia berharap agar semua pihak untuk
berperan serta, bersama-sama dalam menjaga keamanan di Kota Ternate. "Jadi
bukan diam, kita tetap monitor dibantu Kapolsek Selatan AKP Ratih. Kejadian
seperti ini bukan sesuatu yang baru, maka dari itu butuh peran serta setekholder,
baik dari pemkot, camat, lurah, tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda untuk
bersama sama. Karena ini tanggungjawab kita bersama," pintanya.(zsm)
